Warga Desa Sanglar Bahu Membahu Lawan Covid-19 


Loading...

RETEH, Medialokal.co – Warga salah satu desa pencil yaitu Desa Sanglar di Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bahu membahu dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Meskipun belum dicap sebagai zona merah, penduduk di Desa Sanglar berusaha agar desa mereka aman dari wabah berjangkit tersebut.

Berbagai langkah pencegahan seperti mencuci tangan dengan rutin dan himbauan demi himbauan telah disosialisasikan kepada warga sekitar.

Sebuah Posko Relawan juga telah didirakan tepatnya di kantor Desa Sanglar, Hal ini dilakukan bagi menghimpun relawan khususnya dikalangan anak muda seperti pelajar dan mahasiswa untuk membantu dalam menyediakan kebutuhan khusus mencegah Covid-19 seperti pembagian dua masker dari rumah kerumah.

Loading...

“Saya mengucapkan apresiasi kepada warga Desa Sanglar karena apa yang telah dilakukan nampaknya cukup baik dalam langkah penanganan Covid-19 ini. Kami menghimbau agar warga untuk selalu mentaati segala aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti membiasakan diri agar selalu didalam rumah. Covid-19 penyebarannya sangat cepat, apalagi dalam beberapa hari kedepan Inhil ini mungkin akan berubah status menjadi wilayah yang lebih berbahaya,”ungkap Mustaqim (40), seorang Ahli Medis di Kecamatan Reteh.

Kurangnya bantuan dari Pemerintah membuat warga Desa Sanglar hanya mendapat bantuan dari donatur di daerah Kecamatan Reteh.

“Alhamdulillah sampai saat ini kita belum menemukan hambatan dalam menyampaikan bantuan medis kepada warga sekitar, cuman karna kita masih menggunakan swadaya bagi seluruh kegiatan penanganan virus ini, jadi segala bantuan kita dapatkan semuanya adalah hasil swadaya dari donatur di Kecamatan Reteh” tambah Mustaqim.

Sementara itu, Babinsa Desa Sanglar, Supriadi (47) selaku tim keamanan menuturkah bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah untuk memutus mata rantai dari penyebaran virus ini. 

"Kita mendeteksi atau mendata warga kita terutama warga kita yang baru bepergian dari zona merah dan di wilayah yang menjadi transmisi penyebaran virus ini yaitu berupa pengecekan suhu tubuh dan pengecekan kesehatan lainnya yang dilakukan oleh para Puskesmas Pembantu. Kita juga mendirikan Pos Kamling yang inshaAllah akan kita aktifkan bertujuan untuk menjaga sistem keamanan kita dan juga mengantisipasi pendatang-pendatang dari luar yang masuk ke wilayah Desa Sanglar, agar kita tidak kecolongan. Karna kita tidak tau apakah pendatang itu sehat atau tidak," ujar Supriadi 

Tidak hanya itu, Babinsa Desa Sanglar tersebut juga mengatakan bahwa kendala utama yang dihadapinya selama ini yaitu banyaknya warga yang kurang sadar dan kurang paham tentang dampak Covid-19. 

"Jadi masih banyak warga kita yang kita dapati bepergian tanpa masker akan tetapi walaupun Sanglar adalah desa yang sangat jauh dari kota yang sudah dicap zona merah pemeriksaan rutin kerap dilakukan dari rumah ke rumah," sambungnya kembali.(*)

PENULIS : 

Nama : Vivi Aulia Agus
Kampus : Universitas Islam Negeri SUSKA
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Semester : 2
Tujuan Berita : Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Jurnalistik






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar