Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Bukannya Rayakan Lebaran, Gadis Cantik Ini Malah Tewas Gantung Diri
MEDIALOKAL.CO - Saat warga merayakan lebaran, Nanda DS (24), gadis Gampong Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, ditemukan tewas tergantung dalam rumahnya, Selasa, 26 Mei 2020, sekira pukul 11: 00 WIB.
Diduga korban tewas gantung diri.
Peristiwa mengheboh warga Rambong dan sekitarnya itu terjadi saat masyarakat sedang merayakan Hari Raya Idulfitri.
Dugaan sementara motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu akibat masalah asmara.
Terkait hal itu, Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, melalui Kasat Reskrim, AKP Eko Rendi Oktama, seperti dikutip dari acehsatu.com membenarkan adanya kasus bunuh diri di Gampong Rambong, Mutiara Timur.
Korban tewas tergantung di kosen pintu dalam rumahnya.
“Benar adanya remaja putri ditemukan tewas tergantung dalam rumahnya. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat asmara,” kata AKP Eko Rendi.
Gadis berparas cantik itu pertama sekali ditemukan tergantung oleh ayahnya M. Nasir (58). Saksi saat itu baru pulang dari Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. Ketika hendak masuk ke rumah, ternyata pintu terkunci dari dalam.
Lalu, M. Nasir memanggil-manggil anaknya itu untuk membuka pintu. Tak kunjung ada jawaban meski sudah lama dipanggil, sang ayah pun mendobrak pintu rumahnya.
Begitu pintu terbuka, betapa kaget pria itu melihat korban lehernya tergantung di kosen pintu kamar.
“Ayah korban langsung minta tolong warga sekitar untuk menurunkan korban yang sudah tidak bernyawa dan melepas tali yang melilit leher korban,” ungkap Eko Rendi.
Berdasarkan pemeriksaan hasil percakapan WhatsApp korban, menurut Eko Rendi, kuat dugaan korban mengalhiri hidupnya masalah percintaan.
Namun demikian pihaknya akan terus melakukan penulusuran penyebab pasti korban bunuh diri.
Bahkan, sebelum gantung diri, korban lebih dahulu mengabadikan tali yang hendak digunakan untuk gantung diri lalu disebarkan kepada temannya melalu WhatsApp.
“Saat ini, kita sedang mendalami kasus kematian korban. Tim Inafis sudah turun ke lokasi untuk meidentifikasi tempat kejadian perkara,” ujar Eko Rendi.
Eko Rendi menambahkan, jasad korban tidak dilakukan autopsi karena keluarganya tidak mengizinkan. (*)
Sumber: acehsatu.com


Berita Lainnya
Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda Riau, Selidiki Dugaan Ledakan Pipa Gas PT TGI
Sempat Melarikan Diri Saat Digerebek di Belantaraya, Akhirnya DA Berhasil di Tangkap di Batam
Tiga Eks Pejabat Inhil Terbukti Korupsi, MA Batalkan Putusan Bebas
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3 Miliar
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Perempuan Pengedar Shabu dan Ekstasi Ditangkap
Enam Pelaku Illegal Logging Ditangkap di Hutan, Polres Inhil Resmi Tetapkan Tersangka
Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda Riau, Selidiki Dugaan Ledakan Pipa Gas PT TGI
Sempat Melarikan Diri Saat Digerebek di Belantaraya, Akhirnya DA Berhasil di Tangkap di Batam
Tiga Eks Pejabat Inhil Terbukti Korupsi, MA Batalkan Putusan Bebas
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3 Miliar
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Perempuan Pengedar Shabu dan Ekstasi Ditangkap
Enam Pelaku Illegal Logging Ditangkap di Hutan, Polres Inhil Resmi Tetapkan Tersangka