Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Doakan Harimau Bonita, Warga Tanam Kepala Kambing di Tengah Perkebunan Sawit, Lihat Fotonya Disini
PELALAWAN - Masyarakat Desa Pulau Muda, Pelalawan menggelar ritual yang disebut sema kampung. Kepala kambing disajikan ke alam untuk keselamatan warga dan harimau liar Bonita.
Ritual sema kampung merupakan tradisi adat masyarakat Desa Pulau Muda yang sudah turun temurun. Ritual itu untuk keselamatan masyarakat dan alam sekitarnya. Hanya saja, belakangan ritual itu sepertinya sudah lama tak dilaksanakan. Acara adat sema kampung dilaksanakan di lokasi konflik di areal perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation di kebun Eboni.
"Yang melakukan ritual itu warga Desa Pulau Muda dari Pelalawan yang sengaja datang ke Pelangiran, Inhil. Ritual dilaksanakan di kebun sawit," kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo kepada detikcom, Kamis (5/4/2018).
Ritual sema kampung dilaksanakan akhir pekan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan warga bersama tokoh adat untuk keselamatan. Pihak BBKSDA bersama tim TNI/Polri dan aktivitis lingkungan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

"Kegiatan adat ini kita hadiri bersama. Kita menghormati prosesi adat sema kampung yang berharap adanya keselamatan buat warga juga harimau," kata Hutomo.
Dalam ritual ini, warga setempat menyembelih seekor kambing. Selanjutnya daging kambing dimasak untuk dimakan bersama. Untuk kepala kambingnya, ditanam warga di tengah perkebunan sawit.
"Ritual itu dilaksanakan warga untuk keselamatan bersama. Dilaksanakan doa bersama jangan ada musibah lagi," kata Hutomo.
Keselamatan pun tak hanya untuk masyarakat saja. Ritual sema kampung yang digelar juga untuk keselamatan satwa terutama untuk Bonita. Intinya ritual dilaksanakan untuk keselamatan masyarakat dan alam.
Sebagaimana diketahui, sudah tiga bulan tim terpadu berencana untuk mengevakuasi harimau Bonita. Satwa liar itu akan dipindahkan ke habitatnya yang lain.
Usaha tim yang sudah cukup lama ini, belum berhasil menangkap Bonita. Puncak predator sudah menyerang dua warga hingga tewas.
Korban pertama Jumiati karyawan perkebunan yang tewas saat bekerja pada 3 Januari. Selanjutnya, pada 10 Maret warga Desa Pulau Muda asal Kab Pelalawan juga tewas diserang Bonita. Yusri diserang di kampung Danau, Kec Pelangiran, Kab Inhil. Yusri berada di kampung tersebut lagi mengerjakan bangunan sarang walet di tengah kawasan semak belukar. (*)
Sumber : detik.com


Berita Lainnya
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum