Frekuensi Makan Mie Instan untuk Kesehatan, Penting Disimak


Loading...

MEDIALOKAL.CO - Frekuensi makan mie Instan untuk Kesehatan harus diperhatian. Mie instan menjadi salah satu panganan populer di tengah masyarakat. Makanan ini bahkan erat kaitannya dengan 'image' anak kos karena harga yang murah dan mudah diolah.

Mie instan pada umumnya terbuat dari tepung, pati, air, garam, dan mineral berupa natrium karbonat. Minyak kelapa sawit juga merupakan bahan umum dalam mie instan karena mie jenis ini awalnya diproduksi dengan cara digoreng.

Lebih lanjut, menurut Dietitian dari Parkway East Hospital Singapore, Jennifer Shim, jika bicara soal kandungan detail, mie instan itu memiliki kandungan gizi yang bervariasi, sangat tergantung dari merek produksi.

Namun, ada gambaran umum kandungan gizi mie instan per satu porsi (43 gram), berikut selengkapnya:

Loading...

- Kalori: 385kkal

- Karbohidrat: 55,7g

- Total lemak: 14,5g

- Lemak jenuh: 6,5g

- Protein: 7,9g

- Serat: 2g

- Natrium: 986mg

- Tiamin: 0,6mg

- Niasin: 4,6mg

- Riboflavin: 0,4mg

"Sebagian besar mie instan itu rendah kalori, serat dan protein. Mie instan juga sangat terkenal tinggi lemak, karbohidrat, dan natrium. Meski Anda dapat mikronutrien, tapi mie instan sangat rendah vitamin A, C, dan B12," papar Jennifer, dikutip dari Health Plus Parkway East, Kamis (2/9/2021).

Berkaca dari kandungan yang ada di mie instan, apakah tidak disarankan mengonsumsi mie instan setiap hari? Lalu, benar berbahayakah bagi kesehatan? Lantas, frekuensi makan mie instan yang sehat itu berapa kali dalam seminggu?

"Meski harganya terjangkau dan rasanya yang kebanyakan menggoyang lidah, tidak disarankan seseorang mengonsumsi mie instan setiap hari karena memiliki sejumlah konsekuensi yang sangat serius bagi kesehatan Anda," terang Jennifer. Mie instant bisa dikonsumsi seminggu sekali saja.

Ini berkaitan dengan tingginya kadar sodium dalam mie instan. Menurut Jennifer, dalam satu porsi mie instan, kandungan sodiumnya antara 397 hingga 3678mg per 100mg mie instan.

"Memang benar bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan sodium untuk keseimbangan kesehatan, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, ini malah berbahaya bagi kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker perut, masalah jantung, dan stroke," paparnya.

Kemudian, seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa mie instan itu rendah sekali kadar serat dan proteinnya dan karena itu, panganan yang satu ini perlu disikapi dengan bijak pemanfaatannya.

"Karena itu, jangan jadikan mie instan sebagai makanan pokok atau bisa dikatakan dikonsumsi setiap hari. Ini terbukti meningkatkan risiko sindrom metabolik," ungkap Rachel Links, seorang ahli nutrisi berbasis di New York, Amerika Serikat, disadur dari Healthline.

Untuk itu, Links menyarankan sekali lagi agar sebisa mungkin kurangi frekuensi makan mie instan dan mulai beralih ke menu yang lebih sehat. "Atau bisa juga mengonsumsi mie yang lebih sehat dan menambahkan sayuran dan sumber protein ke dalam mangkuk mie instan-nya," sarannya.

"Sesekali makan mie instan tidak masalah, selama Anda menjaga pola makan yang lain dengan baik dan seimbang," tambah Links.*

sumber :
https://spiritriau.com/Kesehatan/Frekuensi-Makan-Mie-Instan-untuk-Kesehatan--Penting-Disimak






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar