Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Listriki 9 Pulau di Madura, PLN Siapkan Rp45 Miliar
MEDIALOKAL.CO ? PT PLN Distribusi Jawa Timur (Jatim) mengalokasikan anggaran Rp45 miliar guna mengaliri listrik ke-22 desa di sembilan pulau di wilayah Madura.
Pulau-pulau tersebut tersebar di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep, tepatnya di Pulau Sepanjang, Pulau Raas, dan sekitarnya. PLN menargetkan tahun depan ke- 22 desa itu sudah dapat merasakan aliran listrik. Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jatim Dwi Suryo Abdullah memperkirakan setiap pulau butuh mesin pembangkit minimal dua genset.
Karena itu, untuk melistriki pulau-pulau tersebut PLN membutuhkan 18 genset yang akan di tempatkan di masing-masing pulau.
"Anggaran genset setiap pulau diperkirakan mencapai Rp5 miliar," ujar Dwi di Surabaya, Jatim.
Dia menambahkan, dengan upaya tersebut, rasio elektrifikasi di Sumenep dan Jatim pada umumnya semakin tinggi. Saat ini rasio elektrifikasi Jatim mencapai 93,41%. Dua tahun ke depan, kata dia, PLN menargetkan elektrifikasi mencapai 100%. Untuk merealisasikannya, kata Dwi, PLN Distribusi Jatim saat ini sudah mulai melakukan persiapan.
PLN juga tengah berkoordinasi dengan desa dan daerah Sumenep agar PLN bisa mendapatkan lahan dengan harga wajar. Lahan itu nanti digunakan sebagai lokasi penempatan mesin pembangkit atau genset PLN. "Kami berharap dengan mengalirnya listrik PLN ke pulau-pulau tersebut bisa meningkatkan pendidikan dan perekonomian bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Di Jatim saat ini pelanggan PLN mencapai 11.300.000 kepala keluarga dan hanya 5,6 per sen kepala keluarga yang belum menikmati aliran listrik PLN. Menurutnya, pembangkit listrik dengan menggunakan genset lebih efisien dibandingkan menggunakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Pasalnya, biaya PLTU besar karena harus membangun pelabuhan serta sejumlah sarana dan prasarana lainnya. Pembangunan PLTU juga memakan waktu lebih lama.
"Sebagian masyarakat yang ada 22 desa ini sebagian ada yang mendapat aliran listrik. Itu berasal dari turbin pribadi. Namun, turbin ini tidak mengaliri listrik dengan waktu yang lama. Paling sekitar 7 jam dalam sehari," ujarnya.
(okezone.com)


Berita Lainnya
Bank BPR Gemilang Hadir di MPP Inhil, Layanan Perbankan Semakin Dekat dan Mudah!
Lima Mantan Direksi BRK Masih Terima Gaji Diluar Aturan
SDM PKS Punya Peran Penting dalam Industri Kelapa Sawit Riau
Pasar Beduk Desa Keritang Hulu Mengembangkan UMKM dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Berapa Harga Antam Hari Ini?
Menteri ESDM Tetapkan Harga Minyak Mentah Alami Kenaikan Per Juli 2024
Bank BPR Gemilang Hadir di MPP Inhil, Layanan Perbankan Semakin Dekat dan Mudah!
Lima Mantan Direksi BRK Masih Terima Gaji Diluar Aturan
SDM PKS Punya Peran Penting dalam Industri Kelapa Sawit Riau
Pasar Beduk Desa Keritang Hulu Mengembangkan UMKM dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Berapa Harga Antam Hari Ini?
Menteri ESDM Tetapkan Harga Minyak Mentah Alami Kenaikan Per Juli 2024