Pilihan
Bupati Afni, Bagus Tidaknya Wajah Kabupaten Ditentukan Admin Medsos OPD
Polres Siak Ringkus Pelaku Penyalahgunaan BBM Dalam Sepekan
Berbahaya! Bermain Layangan Dekat Jaringan Listrik, PLN Lakukan Sosialisasi
Lampung- PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Hal tersebut dapat berpotensi membahayakan jika tersangkut kabel listrik, dimana pasokan listrik ke masyarakat dapat terganggu dan menyebabkan listrik padam.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Daniel Eliawardhana, menghimbau kepada masyarakat agar bermain layang-layang dilakukan di tempat terbuka dan jauh dari jaringan listrik PLN. “Benang layang-layang dari kawat atau benang basah dapat menjadi penghantar listrik dan membahayakan orang yang memegangnya," ungkap Daniel, Senin (28/8/2023).
Selain itu, Daniel menjelaskan, sisa layang-layang yang menyangkut di jaringan transmisi bisa berdampak pada terganggunya operasional peralatan transmisi sehingga dapat menyebabkan terhentinya pasokan listrik ke pelanggan. Kejadian ini harus segera ditangani dengan melakukan pembersihan material layangan di atas saluran tegangan tinggi.
Manager PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Tarahan, Baasit, juga melalukan sosialisasi akan bahaya listrik. “Dihimbau agar masyarakat bermain layang-layang di tempat yang tepat serta tidak membahayakan bagi jaringan listrik, sehingga tidak mengganggu kepentingan umum,” kata Baasit.
PLN UIP3B Sumatera UPT Tanjung Karang telah melakukan sosialisasi serta melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan gangguan listrik akibat layang-layang ini. Kegiatan ini secara berkala dilakukan di sejumlah daerah rawan layang-layang.
Mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) disebutkan adanya larangan mendirikan bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta bermain layang-layang, balon udara, drone, dan/atau sejenisnya di sekitar jaringan transmisi tenaga listrik.
Lalu, membakar benda apapun secara sengaja atau tidak disengaja di bawah ruang bebas. Menimbun atau menguruk tanah di bawah ruang bebas yang dapat mengakibatkan perubahan jarak minimum antara konduktor jaringan transmisi tenaga listrik dan tanah.
"Kami harapkan kerja sama dari semua pihak untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik khususnya di jalur transmisi maupun distribusi dengan tidak bermain layang-layang sehingga pasokan listrik kepada pelanggan tetap aman," tutup Baasit. Advertorial


Berita Lainnya
Kapolsek Enok di Sertijab Camat: Komunikasi dan Koordinasi Kunci Pelayanan untuk Rakyat
Saat Kapolsek Gaung Bicara dari Hati, Simpang Gaung Bersumpah Jaga Generasi dari Jerat Narkoba
Polsek Kemuning Bentengi Remaja dari Narkoba, Kompol Simanungkalit: Mulai dari Keluarga, Jangan Kenal Narkoba
Babinsa Kuindra: Komsos di Sapat Bukan Rutinitas, Tapi Cara Merawat Persatuan di Desa
Patroli Tapal Batas di Teluk Dalam, Babinsa Koramil 04/KDR: Nihil Titik Api, Ini Bukti Cinta TNI pada Negeri
Konfercab V GMNI Inhil Digelar, Sujahri Somar: Lahirkan Pemimpin Militan untuk Jawab Tantangan Zaman
Kapolsek Enok di Sertijab Camat: Komunikasi dan Koordinasi Kunci Pelayanan untuk Rakyat
Saat Kapolsek Gaung Bicara dari Hati, Simpang Gaung Bersumpah Jaga Generasi dari Jerat Narkoba
Polsek Kemuning Bentengi Remaja dari Narkoba, Kompol Simanungkalit: Mulai dari Keluarga, Jangan Kenal Narkoba
Babinsa Kuindra: Komsos di Sapat Bukan Rutinitas, Tapi Cara Merawat Persatuan di Desa
Patroli Tapal Batas di Teluk Dalam, Babinsa Koramil 04/KDR: Nihil Titik Api, Ini Bukti Cinta TNI pada Negeri
Konfercab V GMNI Inhil Digelar, Sujahri Somar: Lahirkan Pemimpin Militan untuk Jawab Tantangan Zaman