Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Ikan Melimpah, Nelayan Tagih Janji Bu Susi
MEDIALOKAL.CO - Ikan tangkapan nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali sedang melimpah. Namun, efeknya adalah harga ikan menjadi terlalu rendah.
Ikan tangkapan nelayan Jembrana yang masuk tempat pelelangan ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dalam dua bulan terakhir meningkat sangat drastis. Pada bulan September lalu, total ikan yang masuk TPI sebanyak 1.280.654 kilogram dengan nilai Rp 11,2 miliar.
Sebulan kemudian atau Oktober, ikan tangkapan nelayan naik dua kali lipat menjadi 2.102.722 kilogram. Namun nilai harganya hanya Rp 10,06 miliar.
Harga ikan di Jembrana hanya berkisar Rp 5 ribu. Bahkan, ikan dengan kualitas rendah untuk tepung hanya Rp 3 ribu per kilogram.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jembrana I Made Widanayasa mengungkapkan, harga ikan yang cukup rendah adalah jenis tongkol dan layang. “Memang sesuai dengan mekanisme pasar, ketika melimpah harganya anjlok,” katanya seperti diberitakan Radar Bali.
Menurutnya, HNSI Jembrana telah menggelar pertemuan pada akhir pekan lalu guna membahas masalah harga ikan yang anjlok. Widayanasa menegaskan, harus ada campur tangan pemerintah agar harga ikan tak anjlok gara-gara mengikuti mekanisme pasar.
Karena itu HNSI Jembrana mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merealisasikan janjinya saat berkunjung ke Jembrana beberapa waktu lalu. “Sudah kami sampaikan pada HNSI provinsi agar segera disampaikan ke pusat mengenai masalah yang dihadapi nelayan Jembrana,” terangnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan pada 10 Oktober 2018 berjanji akan membantu nelayan agar harga ikan tidak terlalu murah. Semestinya harga di atas Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.
Menurut Susi, salah satu solusinya adalah memikirkan sistem pelelangan agar lebih baik dan mengundang lebih banyak pembeli. Tawaran solusi lainnya adalah membuat koperasi yang dikelola bersama oleh para nelayan agar bisa menjadi seperti Bulog yang fungsinya menjaga batas harga bawah.(jpnn.com)


Berita Lainnya
Sat Reskrim Polres Inhil Bersama BPOM dan Disperindag Laksanakan Operasi Pasar Jelang Ramadhan 1447 H
Personil Polsek Gas dan forkopincam Serta Masyarakat lakukan Gotong Royong di Kelurahan Teluk Pinang
Untuk Gizi Anak Bangsa, Koramil 07/Reteh Dukung Penuh Pelaksanaan MBG di Pulau Kijang
Harmonisasi Hubungan dengan Warga Binaan, Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Komsos di Desa Pasanggrahan
Upaya Pencegahan Kembali Dilaksanakan, Babinsa Koramil 07/Reteh Lakukan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Madani
Peltu Doni Akmal: Koramil 09/Kemuning Komitmen Dukung MBG Karena Penting untuk Kesehatan Siswa
Sat Reskrim Polres Inhil Bersama BPOM dan Disperindag Laksanakan Operasi Pasar Jelang Ramadhan 1447 H
Personil Polsek Gas dan forkopincam Serta Masyarakat lakukan Gotong Royong di Kelurahan Teluk Pinang
Untuk Gizi Anak Bangsa, Koramil 07/Reteh Dukung Penuh Pelaksanaan MBG di Pulau Kijang
Harmonisasi Hubungan dengan Warga Binaan, Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Komsos di Desa Pasanggrahan
Upaya Pencegahan Kembali Dilaksanakan, Babinsa Koramil 07/Reteh Lakukan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Madani
Peltu Doni Akmal: Koramil 09/Kemuning Komitmen Dukung MBG Karena Penting untuk Kesehatan Siswa