Pilihan
Pemkab Siak Bahas Kesiapan Hadapi Arus Mudik dan Inflasi Jelang Lebaran
PT AIP Berikan Sembako Kepada 45 Nelayan Di Kampung Kuala Gasib
Pasangan Berani, Edy Natar-Destrayani Bibra mendaftar ke KPU Pekanbaru
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO - Pasangan bacalon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2024-2029, Edy Natar-Destrayani Bibra mendaftar ke KPU Pekanbaru ba'da Isya, Kamis 29 Agustus 2024 malam. Menjadi pendaftar ke empat pasangan ini yakin bisa menang telak di atas 50 persen di Pilkada Pekanbaru 27 November nanti.
Keyakinan mantan Gubernur Riau itu mengingat mereka berdua adalah pasangan yang sudah terbiasa menguruai pemerintahan bahkan dalam skala yang lebih besar. Dan mereka akan memprioritaakan pada peningkatan SDM dan imtaq.
Disebutkan Edy Natar kondisi Pekanbaru saat ini membutuhkan figur pemimpin yang mampu merangkum semua persoalan kota dan mencari solusi yang tepat sasaran untuk setiap persoalan dengan cepat dan tepat.
"Kami yakin mampu dan sudah terbiasa dengan hal itu. Pekanbaru memang sedang membutuhkan pemimpin seperti kami," ungkap Jendral berhintang dua itu.
Salah satu yang ditanggapi Edy Natar adalah masalah sampah di Kota Pekanbaru. Menurutnya persoalan sampah itu bukan hari ini saja, tapi sudah ada sejak dulu, tapi bagaimana mengatasinyalah yang dibutuhkan kepiawaian pemimpin dalam hal ini Walikota.
"Dulu Pekanbaru pernah dapat Piala Adipura, bahkan bertahun-tahun, berturut-turut pula. Itu artinya kan bisa diselesaikan dan ada penyelesiannya. Kita belajar saja dengan cara pemimpin lama itu mengatasi persoalan sampah ini," paparnya.
Menjelang detik-detik terakhir pendaftaran ke KPU Pekanbaru, pasangan bacalon Walikota Pekanbaru Brigjend TNI (Pur) Edy Natar Nasution-Dastrayani Bibra terus mendapat dukungan.Setelaeharis ebelumnya mendeklarasikan maju Pilkada Pekanbaru dan didukung Partai Nasdem dan PPP, ternyata juga mendapat tambahan dukungan dari Partai Buruh dan PBB. Sayangnya kelengkapan dukungan dari DPP kedua partai non parlemen ini tidak dapat diterima KPU Pekanbaru karena bukan surat dukungan asli tapi hanya scanner. Sehingga dua partai terakhir hanya bisa jadi pendukung dan bukan pengusung.
Usai melakukan ritual pendaftaran dan pengecekan kelengkapan syarat-syarat pemdaftaran, mantan Danrem 031 Wirabima itu Edy Natar menjelaskan ke media.
"Kawan-kawan dari Partai Buruh dan PBB menyanggupi secepatnya menyerahkan surat dukungan asli ke KPU, tapi peraturan tidak membenarkan adanya susulan. Hal itu membuat kedua partai ini tidak dapat dijadikan partai pengusung kami. Dan kawan-kawan di Partai Buruh dan PBB dapat menerima hal itu karena sudah merupakan aturan penyelenggaraan Pilkada," ungkapnya.
Mantan Gubri yang terkenal karena mempelipkri program Slaah Subuh Berjama'ah itu juga didampingi Ketua gabungan partai dan relawan pengusung, para ketua partai pengusung diantaranya Abu Bakar Sidik ketua DPD Partai Nasdem kota Pekanbaru, Zulkarnaen ketua DPD Partai PPP Kota Pekanbaru dan Peppy yang mewakili ketua DPD Partai Buruh Kota Pekanbaru, termasuk beberapa perwakilan Tim relawan Sahabat Edy Natar.(*)


Berita Lainnya
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu