Dari Sanglar Untuk Inhil: Sertu Johansah, Perbatasan Yang Aman Dimulai Dari Patroli Yang Rutin


RETEH - Di Sanglar, Kecamatan Reteh, Selasa pagi itu tidak ada asap, tidak ada kobaran. Hanya ada langkah Babinsa dan warga yang menyusuri tapal batas untuk memastikan perbatasan tetap aman dan terkendali

Babinsa Koramil 07/Reteh, Sertu Johansah, melaksanakan patroli tapal batas di wilayah Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 09.00 s.d. 09.30 WIB. Patroli ini menjadi bagian dari pengawasan wilayah perbatasan agar tetap bebas dari ancaman kebakaran lahan.

Kegiatan patroli melibatkan personel gabungan TNI sebanyak 1 orang dan masyarakat sebanyak 3 orang. Mereka bergerak menggunakan 2 unit sepeda motor untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses. Titik koordinat patroli tercatat pada 0'41'25,103" 12'33,15,3m, 7'.

Sertu Johansah mengatakan, patroli tapal batas bukan sekadar tugas rutin. “Kami ingin memastikan wilayah perbatasan ini tetap aman. Kalau ada potensi titik api, kami bisa segera tangani. Tapi yang paling penting, kami ingin masyarakat juga merasa memiliki perbatasan ini,” ujarnya.

Menurut Babinsa, menjaga perbatasan tidak bisa dilakukan sendiri. “Kalau TNI jalan sendiri, hasilnya terbatas. Tapi kalau masyarakat ikut, maka perbatasan ini dijaga oleh semua. Inilah kekuatan kita,” katanya. Ia berharap, patroli bersama bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap wilayah.

Hasil patroli menunjukkan situasi aman dan terkendali. Tidak ditemukan titik api di sepanjang jalur yang dilalui. “Alhamdulillah, hari ini nihil titik api. Tapi kita tidak boleh lengah. Musim panas bisa datang kapan saja, jadi kewaspadaan harus terus dijaga,” ungkap Sertu Johansah.

Ia menambahkan, kehadiran masyarakat dalam patroli menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh. “Warga Sanglar sudah mulai sadar, kalau hutan terbakar, yang rugi kita semua. Maka kita jaga bersama, kita cegah bersama,” jelasnya.

Patroli ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Babinsa dan masyarakat. Di sela perjalanan, mereka berdiskusi tentang kondisi wilayah, potensi kerawanan, dan langkah pencegahan. “Obrolan di jalan ini lebih berharga dari laporan di atas kertas. Karena dari sini kita tahu apa yang dibutuhkan warga,” kata Sertu Johansah.

Koramil 07/Reteh menegaskan, patroli tapal batas akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan wilayah perbatasan tetap steril dari ancaman kebakaran dan gangguan lainnya. “Perbatasan yang aman adalah perbatasan yang dijaga bersama,” ujarnya.

Di Sanglar, Sertu Johansah dan warga menutup patroli dengan satu harapan, perbatasan tetap hijau, tetap tenang, dan tetap menjadi bagian dari Indonesia yang tidak pernah ditinggalkan. (*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]