Pilihan
SPMB Banyak Masalah Kadisdik Riau Pilih Ikuti Rapat di Batam
Panit I Yanmin Intelkam Polsek Siak Dukung Program Ketahanan Pangan
Kabid SMA: Kewenangan Seluruhnya di Tangan Kadis
SPMB Banyak Masalah Kadisdik Riau Pilih Ikuti Rapat di Batam
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Ditengah banyaknya persoalan yang dihadapi oleh panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri se Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau malah memilih pergi ke Batam. Sementara semua kebijakan terletak ditangannya tanpa mendelegasikan kepada bawahannya.
Mencermati kondisi ini, Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau, Munazlen Nazir mengatakan harusnya SPMB ini jadi perhatian serius karena semua pejabat terkait menandatangani Pakta Integritas.
"SPMB masih berlangsung tapi Kadisdik Riau malah pilih berangkat ikut rapat di Batam. Ini terkesan tak bertanggungjawab, karena kebijakan soal SPMB ini masih dipegangnya tanpa mendelegasikan ke Kabid-Kabid yang ada di Disdik," kata Ketua Forwadik Riau.
Sikap Kadisdik ini dinilainya sebagai pelanggaran etika. "Sebagai seorang pejabat utama Disdik Riau yang notabenenya sedang "baralek" dengan SPMB, dan baru pada tahap pengumuman kelulusan peserta online, tapi Kadisnya malah pergi meninggalkan kantor seolah tak peduli. Pakta Integritas apa itu" sebutnya.
Menurut Ketua Forwadik Riau, sepenting apapun rapat yang diikuti Kadisdik di Batam ini, tentu lebih utama SPMB ini.
"SPMB ini menyangkut masa depan ribuan anak negeri ini, dan ini yang ditinggalkannya," ungkap Munazlen tegas.
Disebutkannya juga, mereka sempat menelisik kemana perginya Kedisdik Riau tersebut,
"Infonya, Kadisdik Riau Erisman ini mengikuti rapat dengan Sekdaprov dan beberapa OPD di Batam. Rincian resminya belum dirilis. Tapi, keberangkatan Kadisdik meninggalkan Pekanbaru dianggap sebagai sikap tidak bijaksana dan 'buang badan'," kata Ketua Forwadik Riau.
Atas kepentingan dunia pendidikan, Ketua Forwadik Riau menilai Kadisdik adalah orang yang tidak kompeten.
"Bukan kali ini saja, sebelumnya Plt Gubri SF Harianto pernah mungkapkan ini saat melantik 328 pejabat baru di akhir Mei 2026 lalu. Berbagai kebijakan Kadisdik dinilai tidak memiliki efek penyelesaian. Bahkan sering justru blunder dan jadi santapan berbagai elemen masyarakat sebagai 'rapor merah' Disdik Riau. Tambah lagi dengan hengkang ke Batam ini," kata Ketua Forwadik Riau.
Ditegaskannya, sudah seharusnya saat ini Kadisdik Riau dan jajaran tetap berada di Pekanbaru.
"Jika ada kendala, ada masalah soal SPMB ini, ada aduan dari masyarakat, ada temuan dan lainnya, mereka siap melayani. Bukannya malah 'lari' pergi dan meninggalkan jajarannya tanpa mampu mengambil kebijakan," ungkap wartawan yang dulu sempat jadi senior Kadisdik Erisman di Riau Pos.
Selain itu, Forwadik Riau menurut Munazlen Nazir sebelumnya pernah meminta pertemuan dengan Kadisdik untuk mebicarakan beberapa hal soal pendidikan termasuk soal SPMB ini tapi kemudian batal karena Kadisdik beralasan kesibukan menjelang SPMB.
"Harusnya alasan kesibukan SPMB ini tetap bisa kita terima dari Kadisdik ini. Tapi ini sudah puluhan orang mengadu anaknya belum dapat sekolah, tapi Kadisdiknya gak berada di tempat. Nomor ponselnya pun tak ada yang bisa dihubungi," kata Muanzlen.
Bentuk kepeduliannya karena melihat berbagai masalah dan menerima pengaduan dari berbagai pihak soal SPMB, Ketua Forwadik Riau tetap mencari pihak yang diharapkan bisa mengatasi berbagai aduan masyarakat.
Sementara Kabid SMA yang baru dilantik Beni Febrianto mengatakan dirinya tidak memiliki wewenang untuk menerima atau menolak orang meminta bantuan anaknya masuk sekolah.
"Kebijakan sepenuhnya di tangan Kadis, saya tak berani melangkahi beliau," ungkap Beni.
Dengan denikian, Forwadik Riau meminta Plt Gubri untuk segera mengambil langkah kebijakan yang lebih tegas dan jelas tentang Kadisdik Riau ini, dan tidak tinggal 'ngebacot' di podium saja.
"Kami minta, Plt Gubernur Riau, segera pecat Kadisdik ini dan ganti dengan pejabat yang lebih kompeten sesuai dengan pidato Bapak di pelantikan tempo hari. Karena urusan pendidikan ini adalah hal yang paling urgen dan patut dapat perhatian lebih dari semua pihak, terutama pemerintah," pungkas Munazlen Nazir.***


Berita Lainnya
Kadisdik Riau: Pendaftar 79 Ribu Orang, Kuota Sekolah Masih Mencukupi
Di Jalan Melur, Empat Calon Bidan UMRI Menyulam Merah Putih di Hati Anak Panti Al-Muzakki
SPMB Berakhlak, Pemprov Riau Buat Komitmen Bersama
Keren! Disdik Riau Miliki Team Work Baru!
MAN 1 Pekanbaru Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila, Pasus Jaya Tampil Sempurna
Plt Gubri Hentikan BOSDA 2026: Ade Hartati Sebut Itu tidak Penuhi SPM dan Capaian Mutu Pendidikan Riau
Kadisdik Riau: Pendaftar 79 Ribu Orang, Kuota Sekolah Masih Mencukupi
Di Jalan Melur, Empat Calon Bidan UMRI Menyulam Merah Putih di Hati Anak Panti Al-Muzakki
SPMB Berakhlak, Pemprov Riau Buat Komitmen Bersama
Keren! Disdik Riau Miliki Team Work Baru!
MAN 1 Pekanbaru Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila, Pasus Jaya Tampil Sempurna
Plt Gubri Hentikan BOSDA 2026: Ade Hartati Sebut Itu tidak Penuhi SPM dan Capaian Mutu Pendidikan Riau