Tak Sekadar Cek, Aipda Andromik Ajari Warga Sungai Iliran Cara Panen Cabe Berkualitas


SUNGAI ILIRAN – Matahari belum tinggi saat Aipda Andromik sudah berdiri di antara bedengan cabe rawit. Bhabinkamtibmas Sungai Iliran itu kembali menyambangi kebun ketahanan pangan Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan sekadar mengecek, tapi juga membawa ilmu untuk warga.

Kebun cabe rawit milik desa itu kini jadi perhatian rutin Aipda Andromik. Daun yang mulai rimbun, bunga yang bermunculan, hingga bakal buah yang menggantung jadi ia periksa satu per satu. Tangannya tak segan menyingkirkan ulat kecil, matanya jeli melihat tanda-tanda keriting daun.

“Bhabinkamtibmas tidak boleh datang hanya saat panen. Kita harus hadir dari tanam, rawat, sampai panen,” ujar Aipda Andromik sambil menunjukkan cara pemangkasan tunas air ke kelompok tani. Baginya, kamtibmas juga berarti memastikan dapur warga tetap ngebul lewat pangan yang sehat.

Edukasi jadi kunci. Setiap kali turun ke kebun, Aipda Andromik rutin memberikan penyuluhan singkat. Mulai dari jarak tanam yang ideal, waktu penyiraman terbaik, dosis pupuk organik, hingga cara alami mengusir hama tanpa merusak tanaman. “Percuma tanam banyak kalau tidak dirawat. Hasilnya harus sehat, bagus, dan layak konsumsi,” tegasnya.

Warga Sungai Iliran mengaku sangat terbantu. Dulu banyak yang asal tanam, begitu kena hama langsung pasrah. Sekarang, setiap ada daun menguning atau buah busuk, mereka tak ragu bertanya ke Aipda Andromik. Kebun jadi ruang belajar, Bhabin jadi guru lapangan.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kapolsek Gaung Anak Serka IPTU Andri Purba yang meminta seluruh Bhabinkamtibmas aktif mendampingi program ketahanan pangan. Cabe rawit dipilih karena bernilai ekonomis tinggi dan jadi kebutuhan pokok dapur masyarakat pesisir.

Dari pantauan hari ini, tanaman cabe rawit di Desa Sungai Iliran tumbuh cukup baik. Beberapa pohon sudah mulai berbuah lebat. Dengan perawatan intensif dan edukasi yang terus mengalir, diharapkan 2-3 minggu lagi warga sudah bisa memanen hasil pertama.

Aipda Andromik berkomitmen tidak akan lepas tangan. “Saya akan terus dampingi sampai panen raya. Kita pastikan cabe yang dihasilkan pedasnya pas, merahnya merata, dan bebas dari residu pestisida berlebih. Biar warga bangga makan hasil kebun sendiri,” ucapnya.

Dari bedengan Sungai Iliran, terselip pesan sederhana: ketahanan pangan tak cukup dengan menanam. Ia butuh dirawat, butuh ilmu, dan butuh kepedulian. Dan di sanalah Bhayangkara hadir, menjadi penyuluh, menjadi teman tani, memastikan setiap cabe yang dipetik membawa senyum untuk warga.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]