Humul Fikri Dan Para Ketua Desa Bersatu Desak Hasil Pemilihan Ketua Karang Taruna Segera Dibatalkan


?BUKIT BATU – Jagat media sosial dan kalangan pemuda di Kecamatan Bukit Batu mendadak gempar. Proses Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan Bukit Batu yang digelar pada Sabtu (18/07/2026) menuai protes keras dan kecaman.

Pelaksanaan Temu Karya tersebut diduga sarat akan konspirasi, tidak transparan, dan dinilai "mati suri" dari nilai-nilai demokrasi karena diduga kuat sengaja menyembunyikan informasi demi memuluskan kepentingan kelompok tertentu.

?Skandal ini makin memanas setelah beredarnya foto-foto suasana pemilihan di lokasi acara. dari foto yang beredar luas di grup-grup WhatsApp dan media sosial tersebut, netizen dan aktivis pemuda jeli melihat kejanggalan fatal, tidak nampak satu orang pun wajah Ketua Karang Taruna Desa/Kelurahan se-Kecamatan Bukit Batu yang menghadiri pemilihan tersebut.

?Berdasarkan informasi valid yang dihimpun, beberapa Ketua Karang Taruna tingkat desa/kelurahan mengaku tidak tahu-menahu soal acara tersebut. Mereka ditinggalkan tanpa ada surat undangan resmi maupun pemberitahuan lisan dari panitia pelaksana.

?Ketua Karang Taruna Desa Bukit Batu, Hukmul Fikri, langsung angkat bicara dengan nada tinggi. Ia mengutuk keras cara-cara kotor yang dilakukan oleh oknum penyelenggara.

?"Ini sudah keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi, Kami dari Desa Bukit Batu menyatakan dengan tegas bahwa Temu Karya ini ilegal dan cacat konstitusi. Bagaimana mungkin pemilihan tingkat kecamatan bisa sah kalau seluruh Ketua Desa yang punya hak suara justru dikunci informasinya, dari foto tempat acara saja sudah kelihatan itu diduga settingan, kami tidak akan tinggal diam melihat marwah organisasi pemuda ini diinjak-injak oleh syahwat politik praktis segelintir orang," jelas Hukmul Fikri dengan nada geram.

?Senada dengan Hukmul Fikri, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sungai Pakning  Rio juga melayangkan protes kerasnya. Ia menilai tindakan panitia yang sengaja memotong jalur komunikasi dengan pengurus sah di tingkat bawah adalah preseden terburuk sepanjang sejarah organisasi pemuda di Bukit Batu.

?"Kami sangat menyayangkan dan memprotes keras proses pemilihan yang terkesan 'kucing-kucingan' ini. Jangankan undangan formal, informasi lisan pun tidak ada. Ini bukan mencerminkan marwah Karang Taruna, melainkan bentuk pemaksaan kehendak kelompok tertentu demi memuluskan kepentingan sepihak," tegas Rio.

?Di antara pengurus yang mengaku sengaja "didepak" dalam proses ini meliputi Ketua Karang Taruna Desa Bukit Batu, Desa Buruk Bakul, Desa Sei Selari, Kelurahan Sungai Pakning, dan desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Bukit Batu.

Isu miring ini bukan pertama kali terjadi di wilayah pesisir tersebut. Sebelumnya, polemik serupa yang melibatkan "permainan" pemilihan Ketua Karang Taruna juga sempat pecah di Kecamatan Bandar Laksamana hingga memicu aksi protes terbuka dan saling sindir di media sosial.

?Kini, para pemuda dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bukit Batu mendesak keras agar pihak Kecamatan serta Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten segera turun tangan untuk meninjau ulang dan membatalkan total hasil pemilihan sepihak tersebut.

?Hingga berita ini publikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait hilangnya undangan untuk 9 ketua desa/kelurahan, pemuda mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika aspirasi mereka diabaikan.****





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]