Pencarian

Danantara Lepas 100 Perusahaan BUMN Non-Core ke Swasta, Hotel Diminta Dijual

Jumat, 09 Oktober 2026 • 06:01:00 WIB
Danantara Lepas 100 Perusahaan BUMN Non-Core ke Swasta, Hotel Diminta Dijual
Danantara melepas lebih dari 100 perusahaan BUMN non-inti kepada sektor swasta.

MEDIALOKAL.CO — Danantara Indonesia telah melepas lebih dari 100 perusahaan Badan Usaha Milik Negara berstatus non-inti kepada sektor swasta. Langkah divestasi ini diambil karena pihak swasta dinilai lebih mumpuni menggarap sektor-sektor tersebut, dengan target konsolidasi mencapai 300 perusahaan BUMN hingga akhir tahun.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan divestasi perusahaan pelat merah non-core merupakan bagian dari transformasi BUMN yang tengah berjalan. Menurutnya, sektor-sektor yang dilepas ke swasta akan lebih efektif jika dikelola oleh pelaku usaha swasta.

"Dalam transformasi BUMN ini sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN yang non-core kita lepas kepada swasta bahwa mungkin swasta akan lebih bagus mengelola itu daripada BUMN," ujar Dony dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).

Danantara Pangkas BUMN demi Buka Ruang Kolaborasi

Dony menegaskan Danantara tidak berniat mengambil alih porsi bisnis swasta. Justru sebaliknya, pemangkasan jumlah BUMN dilakukan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor swasta.

Ia mencontohkan bisnis perhotelan sebagai salah satu sektor yang akan ditinggalkan BUMN. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar perusahaan pelat merah keluar dari bisnis tersebut karena dinilai tidak strategis bagi pemerintah.

"Instruksi bapak presiden kalau perlu hotel itu dijual semua. Ngapain pemerintah masuk di hotel? Kan swasta banyak," kata Dony.

49 Hotel BUMN Dikonsolidasikan ke Bawah HIN

Danantara mengonsolidasikan portofolio 49 hotel milik BUMN ke dalam satu payung holding di bawah grup PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Konsolidasi ini menjadi bagian dari peta jalan restrukturisasi menyeluruh terhadap ribuan entitas BUMN.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan konsolidasi aset perhotelan pelat merah bertujuan menciptakan efisiensi operasional sekaligus mengoptimalkan aset negara.

"Kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kita punya 137 hotel itu juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN," ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pusat Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jumat (14/8).

Investasi ke Swasta Lewat Penempatan Likuiditas

Ke depan, Danantara memastikan akan terus menjalin kerja sama dan menyalurkan investasi ke perusahaan swasta. Salah satu bentuknya melalui penempatan likuiditas.

Menurut Dony, upaya menggandeng sektor swasta tidak lepas dari latar belakang jajaran pengurus Danantara yang mayoritas pernah berbisnis di industri swasta. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal untuk mempercepat kolaborasi dengan pelaku usaha nasional.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks