Sebut RI Alami Deindustrialisasi, BPN: Batam Layu Sekarang
MEDIALOKAL.CO - Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan bahwa Indonesia sedang mengalami pelemahan industri.
Anggota BPN Arie Mufti mengatakan bahwa pelemahan dunia industri Indonesia makin menjadi. Salah satu buktinya menurut Arie adalah daerah Batam yang hingga kini justru malah tidak berkembang.
"Batam ini adalah mitos satu daerah titik pertumbuhan baru yang kemudian layu di era sekarang. Angka-angka menunjukkan memang deindustrialisasi ini real," ungkap Arie saat diskusi ILUNI UI, di Kampus UI Salemba, Kamis (11/4/2019).
Arie mengatakan Batam hanya mencatatkan perkembangan ekonomi regional sebesar 2%. Dengan yakin Arie menyebutkan bahwa ini adalah 'momen monumental kehancuran industri'.
"Batam yang perkembangan ekonominya termasuk terendah di Indonesia cuma 2%. Itu menjadi momen monumental kehancuran industri di Indonesia," kata Arie.
Arie menyebutkan banyak industri yang guling tikar di Batam, padahal dulunya digagas Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J.Habibie. Belum lagi Arie menceritakan pelabuhan kini sepi lalu lintasnya.
"Banyak pabrik manufaktur yang dibuat di era Pak Habibie tutup. Pelabuhan-pelabuhan yang selama ini ramai jadi sepi, industri galangan kapal di sana keluar semua pindah," kisah Arie.
"Kecuali yang nyebrang ke Singapura untuk belanja, jadi engineer-engineer itu semuanya meninggalkan dari Batam," tambahnya.
Arie juga memaparkan data bahwa kontribusi industri manufaktur makin menurun. Di 2014, katanya, kontribusi manufaktur sekitar 21%, dan kini menurun hanya 19%.
"Di tahun 2014 kita sempat kontribusi manufacturing ke GDP kita itu 21%. Namun sekarang di era Jokowi mengalami penurunan 19%. Realitas ini menjadi pedih untuk kita," kata Arie.
Sumber: detik.com


Berita Lainnya
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu