“Kami ini dirampok. Ayah kami sudah membelikan nenek rumah di Pekanbaru dua petak, sekarang satu petak ditempati anak paman dan satu digadaikannya. Ayah juga sudah membelikan nenek sawah di kampong. Nenek juga sudah meninggal. Tapi paman dan anak-anaknya sepertinya tidak rela kami sebagai anak-anak kandung ayah dan ibu mendapat warisan ayah dan ibu. Ini harga pencarian ayah dan ibu, bukan warisan keluarga ayah,” tutup Fatimah Ali sambil beruruai air mata.

Reporter: webmaster