Pencarian

Mentan Amran Sambung Petani Jagung ke Bulog demi Amankan Pakan Ternak

Jumat, 06 November 2026 • 06:41:31 WIB
Mentan Amran Sambung Petani Jagung ke Bulog demi Amankan Pakan Ternak
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur.

MEDIALOKAL.CO — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merancang rantai pasok jagung terintegrasi yang melibatkan petani, koperasi, Perum Bulog, dan peternak untuk menjaga ketersediaan pakan saat masa paceklik. Skema ini menjawab keluhan lebih dari 1.000 perwakilan peternak yang sebelumnya datang ke Jakarta menyampaikan kendala usaha mereka.

Kementerian Pertanian menempuh jalur baru untuk menstabilkan pasokan pakan ternak nasional. Lewat skema yang menghubungkan panen jagung petani langsung ke peternak, dengan Bulog sebagai penyangga cadangan, pemerintah berupaya memutus rantai distribusi yang selama ini berbelit dan membuat harga pakan melonjak saat paceklik.

Amran menyampaikan komitmen itu saat kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur. Menurutnya, langkah tersebut merupakan penunaian janji setelah ratusan perwakilan peternak dari berbagai daerah menyampaikan aspirasi mereka di Jakarta.

"Kita hari ini tunaikan janji. Setelah perwakilan peternak seluruh Indonesia datang menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak mulai dari hulu sampai hilir," ujar Amran, dikonfirmasi Antara di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Resi Gudang Jadi Penyangga Saat Paceklik

Inti skema ini terletak pada mekanisme Sistem Resi Gudang (SRG). Saat panen jagung melimpah di puncak produksi, hasil petani diserap Perum Bulog dan disimpan sebagai cadangan. Stok itu baru dikeluarkan ketika pasokan pakan menipis, khususnya pada kisaran September hingga November.

Peternak diposisikan sebagai penampung hasil panen atau offtaker langsung dari petani jagung. Dengan begitu, jagung tidak perlu melewati banyak perantara sebelum sampai ke kandang.

"Tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih, jagungnya dibeli oleh Bulog menjadi resi gudang. Begitu masa paceklik tiba, stok tersebut boleh diambil kembali oleh peternak yang didampingi Bulog. Ini sebuah ekosistem dan solusi permanen," jelas Amran.

Koperasi peternak yang sudah berjalan tidak akan diganti atau dibubarkan. Kementan justru memperkuat perannya sebagai jembatan antara produksi jagung petani dan kebutuhan pakan peternak.

Siapa yang Menanggung Risiko Harga

Perlindungan terhadap rantai pasok ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sektor pertanian dan peternakan menjadi tumpuan sekitar 160 juta warga Indonesia, sehingga gejolak harga pakan maupun pangan ternak berdampak luas ke rumah tangga petani dan peternak skala kecil.

Bagi peternak, kepastian pasokan jagung berarti biaya produksi lebih terkendali. Bagi petani jagung, penyerapan Bulog memberi jaminan bahwa panen mereka tidak jatuh harga saat produksi sedang tinggi.

Mentan Soroti Anomali Harga Telur

Di luar urusan pakan, Amran menyoroti ketimpangan tata niaga telur nasional. Harga telur di tingkat peternak anjlok, tetapi tetap tinggi di tangan konsumen. Selisih itu dinilai merugikan produsen dan membebani pembeli.

Kementerian Pertanian akan menggandeng aparat penegak hukum untuk mengawasi dan menindak tegas praktik transaksi yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.

"Jangan ganggu petani dan peternak kita. Bayangkan, harga telur di tingkat peternak jatuh, tetapi harga di tingkat konsumen justru tinggi," tegas Amran.

Dengan integrasi rantai pasok jagung, penguatan koperasi, dan optimalisasi penyerapan Bulog, Kementan menargetkan ekosistem peternakan nasional lebih kokoh. Kepastian harga bagi petani dan ketersediaan pakan berkelanjutan bagi peternak menjadi dua ukuran keberhasilan yang akan diuji pada musim paceklik berikutnya.

Sumber: voi.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks