Sekjen Kemendagri: Jangan Tunggu Melambung, Langsung Turun Tangan!

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir langsung mengeluarkan perintah tegas: Jangan tunggu harga melambung dulu baru bertindak. Foto:Istimewa.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:55:42 WIB

JAKARTA, MEDIALOKAL.CO — Harga beras telah naik di 120 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir langsung mengeluarkan perintah tegas: Jangan tunggu harga melambung dulu baru bertindak! Pemda dan TPID wajib intervensi sekarang juga!

Perintah itu disampaikan Tomsi saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2026 secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Selasa (18/8).

"Jangan nunggu naik dulu baru kita berbuat. Itulah gunanya pengawasan, supaya jangan sempat naik," tegas Tomsi.

Ia menyoroti lonjakan paling tajam di Bone Bolango naik 13 persen dan Pohuwato mendekati 10 persen. Khusus Bone Bolango, Tomsi memerintahkan Bulog berkoordinasi dengan Pemda untuk segera menggelar operasi pasar.

"Beras ini kontribusinya besar sekali. Sedikit saja naik, inflasi langsung naik — karena semua orang makan beras. Berbeda dengan cabai, tidak semua orang memakannya," papar Tomsi.

Dengan stok beras nasional mencapai 5,7 juta ton — terbanyak sepanjang sejarah, Tomsi menegaskan tidak ada alasan membiarkan harga naik. "Kalau sampai naik, apalagi naiknya tinggi, ini berarti kesalahan ada pada kita," tegasnya.

Data BPS memperlihatkan tekanan harga kian meluas. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut jumlah daerah yang mengalami kenaikan bertambah dari 106 menjadi 120 kabupaten/kota dalam satu pekan terakhir. Pola ini berpotensi mengulang tekanan inflasi seperti September 2023 (5,61 persen) dan Februari 2024 (5,32 persen).

Tomsi mendesak TPID mempererat sinergi dengan Bulog, BPS, dan Forkopimda untuk rutin melakukan sidak pasar, memantau stok, dan mengidentifikasi pemicu sejak dini. Rakor ini dihadiri perwakilan berbagai kementerian, Satgas Pangan Polri, Kejaksaan, serta jajaran pemda dari seluruh Indonesia.

Reporter: Redaksi