Konsolidasikan 5 Provinsi Prioritas, Kirim Tenda Dukung Penanganan Karhutla

Wakil Ketua Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) melepas tim untuk memperkuat dukungan lapangan. PNKT mengirimkan 16 tenda yang akan digunakan sebagai posko dan tempat pendukung kegiatan relawan penanggulangan Karhutla di lima provinsi prioritas. Foto:I
Penulis: Redaksi
Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:19:40 WIB


JAKARTA, MEDIALOKAL.CO — Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) resmi mengerahkan jajaran personel dan relawan di lima provinsi prioritas untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah konkret ini dilakukan setelah Satgas Tanggap Bencana PNKT mendapat arahan langsung dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono agar organisasi mengambil peran nyata mendukung petugas dan masyarakat di lapangan.

Wakil Ketua Umum Tanggap Bencana dan Lingkungan Hidup PNKT yang juga Ketua Satgas Tanggap Bencana PNKT, Arfan Arlanda, menyatakan konsolidasi personel telah dilakukan di lima provinsi prioritas: Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut mencakup 17 kabupaten/kota terdampak berdasarkan pemetaan awal.

"Setelah mendapat arahan dan perintah dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, kami langsung mengonsolidasikan jajaran Karang Taruna di daerah terdampak. Personel kita kerahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kewenangan, terutama mendukung petugas, relawan, serta masyarakat terdampak," kata Arfan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Pengerahan personel dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Karang Taruna berperan sebagai unsur pendukung kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari pendirian dan pengelolaan posko, distribusi logistik, komunikasi dan pelaporan kondisi lapangan, mobilisasi masyarakat, hingga dukungan kepada relawan di lokasi Karhutla.

Bukan Mengambil Alih Tugas Pemadaman

Arfan menegaskan personel Karang Taruna tidak diarahkan melakukan pemadaman pada kondisi berbahaya tanpa pelatihan, alat pelindung diri, dan pendampingan petugas yang berkompeten.

"Karang Taruna bukan mengambil alih tugas pemadaman. Arahan Ketua Umum adalah bagaimana kita bisa meringankan beban petugas yang berada di garis depan. Personel kita di daerah menjadi kekuatan pendukung agar penanganan bisa berjalan lebih cepat," ujarnya.

16 Tenda dan Dana Operasional Dikirim ke Lima Provinsi

Untuk memperkuat dukungan lapangan, PNKT mengirimkan 16 tenda yang akan digunakan sebagai posko dan tempat pendukung kegiatan relawan. Pembagiannya: empat tenda ke Riau, empat tenda ke Sumatera Selatan, tiga tenda ke Jambi, tiga tenda ke Kalimantan Barat, dan dua tenda ke Kalimantan Tengah. Pengiriman dilakukan melalui kargo udara dengan estimasi tiba di masing-masing daerah dalam satu hingga dua hari kerja.

Selain tenda, PNKT juga telah menyalurkan dana operasional kepada Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) di lima provinsi tersebut untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Koordinasi dan Langkah Lanjutan

Sebelumnya, Satgas Tanggap Bencana PNKT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Dalkarhut terkait, serta pengurus Karang Taruna di wilayah terdampak untuk memperoleh perkembangan terbaru. Pemetaan menunjukkan kondisi titik api bersifat dinamis sehingga konsolidasi personel dan dukungan lapangan harus terus disesuaikan.

PNKT juga menyiapkan langkah lanjutan berupa edukasi pencegahan pembakaran lahan, deteksi dini, patroli berbasis masyarakat, komunikasi kebencanaan hingga pemulihan lingkungan pasca kebakaran. Satgas menilai jaringan Karang Taruna hingga tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat informasi dan pencegahan Karhutla sejak dini.

"Personel Karang Taruna di daerah akan terus kita siagakan dan konsolidasikan. Di mana masyarakat and petugas membutuhkan dukungan, Karang Taruna harus hadir sesuai kemampuan yang kita miliki," tutup Arfan.

 


 

Reporter: Redaksi