Presiden FIFA Infantino Jawab Tudingan Miring dengan Candaan soal Rambut Botak

Presiden FIFA Gianni Infantino menanggapi pertanyaan jurnalis dengan candaan soal rambut botak saat konferensi pers.
Penulis: Sutomo
Senin, 24 Agustus 2026 | 04:01:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Insiden tersebut terjadi ketika jurnalis Sky News, James Matthews, melontarkan pertanyaan langsung kepada Infantino mengenai tudingan telah mengkhianati sepak bola dan alasannya enggan mundur. Daripada menjawab substansi pertanyaan, Infantino justru menanggapi dengan komentar yang tidak nyambung.

"Rambutmu bagus, terima kasih banyak. Sampai jumpa di tukang cukur," ujar Infantino, seperti dilansir dari Daily Mail.

Jawaban itu jelas merujuk pada kondisi kepala Infantino dan Matthews yang sama-sama botak. Sikap ini pun dinilai sebagai upaya Infantino untuk mengalihkan isu serius yang sedang membelitnya.

Kronologi Skandal Penjualan Saham Piala Dunia

Tekanan terhadap Infantino bermula dari laporan investigasi media Inggris, The Times, yang mengungkap rencana pembentukan perusahaan baru senilai sekitar 15 miliar poundsterling. Rencana tersebut melibatkan penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Yang lebih memberatkan, laporan itu menyebut adanya motif finansial pribadi bagi Infantino. Ia dikabarkan berpeluang menjadi komisioner perusahaan tersebut dengan bayaran fantastis, mencapai lebih dari 50 juta dolar AS per tahun, begitu masa jabatannya di FIFA berakhir pada 2031.

Setelah menuai kecaman luas, rencana kontroversial itu akhirnya resmi dibatalkan pada akhir Juli lalu. Pembatalan ini terjadi setelah adanya penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk pemberontakan internal di tubuh FIFA sendiri.

Gelombang Penolakan dan Tuntutan Mundur

Meski rencana tersebut telah dibatalkan, tekanan terhadap posisi Infantino tidak kunjung mereda. Sebaliknya, gelombang penolakan justru semakin meluas. UEFA dan CONCACAF secara terbuka menuntut Infantino untuk mundur dari jabatannya.

Tudingan yang lebih keras datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, yang menuduh Infantino melakukan pemerasan. Bergabungnya Yordania membuat jumlah asosiasi yang menentang Infantino kini mencapai 91 negara, hanya berjarak 15 suara lagi dari ambang batas 106 negara yang dibutuhkan untuk menjatuhkannya.

Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, juga ikut angkat bicara. Dalam kolom terbukanya, Figo menyebut rencana penjualan Piala Dunia tersebut sebagai perilaku paling rendah yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya di dunia sepak bola.

Sikap Infantino dan Nasib Kepemimpinannya

Hingga saat ini, Infantino belum memberikan tanggapan serius atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya. Sikapnya yang memilih bercanda di hadapan media justru memicu pertanyaan baru mengenai keseriusannya dalam menghadapi krisis.

Dengan dukungan yang terus menguat untuk menjatuhkannya, masa depan Infantino sebagai orang nomor satu di FIFA kini berada di ujung tanduk. Pertanyaannya, apakah candaan dan pengalihan isu masih cukup untuk menyelamatkan kursinya dari tekanan yang semakin nyata? (*)

Reporter: Sutomo