Investigasi Recall Mesin V8 6.2L GM: Ribuan Laporan Gagal Mesin Muncul Setelah Perbaikan

NHTSA membuka penyelidikan Engineering Analysis terhadap efektivitas recall mesin V8 6.2 liter GM setelah muncul laporan kegagalan mesin pasca-perbaikan.
Penulis: Ragil
Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:01:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) kini membuka penyelidikan tahap Engineering Analysis terkait efektivitas recall mesin 6.2 liter V8 milik General Motors. Langkah ini diambil setelah banyaknya laporan kegagalan mesin yang justru muncul setelah pemilik melakukan perbaikan sesuai prosedur recall.

Seperti diberitakan Pickup Truck +SUV Talk, penyelidikan ini mencakup total 997.743 unit mesin. Angka tersebut bukan hanya mencakup unit yang sudah ditarik, tetapi juga mesin yang diproduksi hingga model tahun 2026.

Akar Masalah Recall Mesin V8 L87

Recall ini berawal dari penarikan hampir 600.000 unit mesin L87 V8. Penyebabnya, ditemukan 28.000 kasus kegagalan komponen kritis seperti crankshaft, connecting rod, dan bearing mesin.

Mesin tersebut menjadi jantung pacu untuk sejumlah model laris GM di Amerika Serikat. Di antaranya Chevy Silverado 1500, Suburban, Tahoe, GMC Sierra 1500, Yukon, dan Cadillac Escalade.

Solusi Oli Kental Dinilai Tidak Menyelesaikan Masalah

Dalam prosedur recall awal, GM melakukan inspeksi pada mesin yang terdampak. Mesin yang dinyatakan lolos inspeksi kemudian menjalani perubahan spesifikasi, termasuk penggantian oli dari 0W-20 menjadi 0W-40 yang lebih kental.

Perubahan ini juga mencakup pemasangan filter oli baru, tutup pengisi oli dengan tulisan spesifikasi 0W-40, serta pembaruan buku manual. Logikanya, oli yang lebih kental diharapkan mampu melindungi mesin dari kerusakan akibat cacat produksi pada connecting rod dan crankshaft.

Sayangnya, harapan itu tidak sepenuhnya menjadi kenyataan.

Ratusan Mesin Gagal Setelah Recall dan Mesin Pengganti Baru

Data NHTSA mencatat setidaknya 499 laporan kegagalan mesin tambahan setelah prosedur recall dilakukan. Rinciannya, 473 unit di antaranya adalah mesin yang telah diganti olinya ke spesifikasi 0W-40, sementara 26 unit lainnya merupakan mesin pengganti yang baru dipasang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius. Mesin pengganti yang dipasang seharusnya bebas dari cacat produksi karena dibangun setelah periode produksi yang bermasalah. Namun, kenyataannya mesin tersebut tetap mengalami kegagalan dengan pola yang sama.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ada 191 laporan kegagalan mesin yang diproduksi setelah batas akhir recall tahun 2024. Artinya, masalah ini tidak hanya terbatas pada batch mesin awal yang ditarik.

GM Terima Lebih dari 6.900 Laporan Kegagalan

Secara terpisah, GM sendiri mencatatkan total 6.953 laporan kegagalan mesin pasca-recall. Jumlah ini setara dengan lebih dari 10 persen dari total mesin yang ditarik, sebuah angka yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas perbaikan yang dilakukan.

Investigasi Engineering Analysis yang dilakukan NHTSA merupakan langkah terakhir sebelum lembaga tersebut memutuskan untuk mengeluarkan recall baru. Jika terbukti recall awal tidak efektif, maka GM kemungkinan besar akan diminta untuk menyiapkan solusi perbaikan yang lebih menyeluruh.

Meski model tahun 2027 akan beralih ke mesin 6.6 liter baru, masalah ini tetap menjadi catatan besar bagi GM. Hampir satu juta mesin yang sedang diselidiki bukan hanya soal biaya perbaikan, tetapi juga kepercayaan konsumen terhadap keandalan produk mereka.

Reporter: Ragil