E20 Butuh 4 Juta KL Etanol, METI: Perlu 30-50 Pabrik Baru

METI menyatakan kebutuhan 4 juta kiloliter etanol untuk program E20 memerlukan pembangunan 30 hingga 50 pabrik baru.
Penulis: Yasir
Rabu, 02 September 2026 | 11:31:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan angka kebutuhan tersebut menjadi dasar perhitungan pengembangan industri etanol domestik. Tanpa tambahan pabrik dalam jumlah besar, target E20 berisiko gagal di tengah jalan karena ketergantungan pada impor masih tinggi.

"Kami mengawal seluruh sektor energi terbarukan. Salah satunya adalah E20 yang membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter etanol dari 30 sampai 50 fasilitas (pabrik)," kata Norman dalam Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) ke-12 di Jakarta, Rabu (2/9).

Modal yang Dibutuhkan untuk Bangun 30-50 Pabrik

Investasi yang dibutuhkan untuk membangun puluhan pabrik etanol tidak kecil. Norman tidak merinci nilai investasi per fasilitas, namun menegaskan pengembangan kapasitas ini sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi industri energi terbarukan di dalam negeri.

Pengembangan industri etanol dinilai menjadi salah satu instrumen kunci dalam transisi energi. Selain memperkuat bauran energi bersih, langkah ini diproyeksikan mampu menekan belanja impor energi yang selama ini menjadi beban neraca perdagangan.

Dampak untuk Industri dan Lapangan Kerja

Norman menekankan transisi energi tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan. Menurutnya, program ini harus berdampak nyata pada perekonomian, mulai dari tumbuhnya industri pengolahan hingga penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Transisi energi tidak boleh berhenti sebagai target di atas kertas, harus hadir sebagai listrik handal, industri yang tumbuh, impor energi yang turun, pekerjaan yang tercipta, dan hidup rakyat yang semakin baik," ujar Norman.

Syarat Agar Proyek E20 Berjalan

METI menilai realisasi proyek energi bersih seperti E20 masih bergantung pada dua faktor utama: kepastian kebijakan dan skema pembiayaan. Tanpa keduanya, pengembang akan kesulitan mendapatkan komitmen pendanaan jangka panjang.

Skema pembiayaan yang sesuai diperlukan agar proyek-proyek energi bersih memiliki nilai ekonomi yang menarik bagi investor. Saat ini, perbankan dan lembaga keuangan masih melihat risiko tinggi pada proyek energi terbarukan di Indonesia.

Di sisi lain, kepastian regulasi akan memberikan sinyal yang jelas bagi pelaku usaha untuk mulai membangun pabrik etanol. Target E20 sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Reporter: Yasir