Pertamina EP Bunyu Latih 22 Anggota KWT Olah Hidroponik Jadi Dodol, Keripik, Mi
MEDIALOKAL.CO — Rumah Produksi UMKM di Desa Bunyu Selatan menjadi saksi perubahan cara pandang para pekebun hidroponik tersebut. Jika biasanya panen melon, sawi, atau wortel langsung dijual dalam bentuk segar, kini mereka belajar mengolahnya menjadi produk yang punya daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Pelatihan ini menghadirkan Rismiyati, pemilik UMKM Yumna Food dari Tanjung Selor, sebagai instruktur. Para peserta dari KWT Amanah, KWT Kebun Sayur, dan Kelompok Squadap tidak hanya diajari praktik membuat dodol melon, keripik kulit semangka, serta mi kering berbahan sawi, wortel, dan buah naga. Mereka juga mendapat materi pencatatan keuangan, perhitungan HPP, hingga strategi pemasaran.
Data internal pelatihan mencatat, sekitar 91 persen peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam membuat produk turunan hidroponik. Angka itu menunjukkan celah besar yang selama ini terlewat: potensi pertanian hidroponik di Bunyu belum dioptimalkan menjadi produk bernilai tambah.
Bekal Baru bagi Pengelola Usaha Kelompok
Munsi, Ketua KWT Amanah, mengaku pelatihan ini mengubah cara kelompoknya memandang hasil panen. "Kami jadi tahu bahwa hasil hidroponik tidak hanya bisa dijual dalam bentuk sayuran atau buah segar, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Kami juga belajar menghitung HPP, mencatat keuangan, dan memasarkan produk," ujarnya setelah pelatihan.
"Semoga setelah pelatihan ini kami bisa terus berinovasi dan mengembangkan berbagai produk dari hasil hidroponik kelompok kami," imbuh Munsi. Ia menilai pengalaman Rismiyati sebagai praktisi UMKM menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk meniru jejak suksesnya.
Apresiasi juga datang dari Adriani, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Bunyu. Menurutnya, pengolahan hasil panen menjadi produk turunan adalah jalan konkret untuk mengoptimalkan potensi lokal. "Kami berharap ibu-ibu tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dalam mengembangkan usaha kelompok," kata Adriani.
Strategi Jangka Panjang Perusahaan
Di balik kegiatan ini, ada target korporasi yang lebih besar. Elis Fauziyah, Head Communication Relations & CID Zona 10, menyatakan program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) adalah bentuk komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Menurutnya, perusahaan berkepentingan memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi bisa mandiri.
"Pengembangan potensi lokal seperti pertanian hidroponik perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat program tidak berhenti pada pemberian bantuan oleh perusahaan. Masyarakat sendiri yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi tersebut secara mandiri," tutur Elis.
Pulau Bunyu memang bukan wilayah industri. Pertanian hidroponik menjadi salah satu sektor yang paling memungkinkan untuk dikembangkan. Dengan kemampuan mengolah hasil panen, masyarakat tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga sayur segar yang cepat membusuk.
Kolaborasi ini melibatkan PEP Bunyu Field bersama tiga kelompok tani perempuan tersebut, dengan dukungan Pemerintah Kecamatan Bunyu, Pemerintah Desa Bunyu Barat, dan Pemerintah Desa Bunyu Selatan. Rangkaian pendampingan ini diharapkan melahirkan produk UMKM baru dari Bunyu yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.