335 Pejuang Ilmu: Air Mata dan Gelar di Yudisium Ke-XX FEB UNISI

Air mata haru wujudkan gelar di Yudisium Ke-XX FEB UNISI.
Penulis: Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 | 14:54:00 WIB

TEMBILAHAN, Medialokal.co – Sabtu pagi, 12 September 2026, Puri Cendana Tembilahan tidak lagi sama. Gedung itu dipenuhi warna. Ada buket bunga di setiap sudut, ada pelukan yang tertahan lama, ada doa yang dibisikkan lirih oleh orang tua kepada anaknya. Hari itu adalah hari yang mereka tunggu selama bertahun-tahun. Hari dimana lelah berubah menjadi bangga. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indragiri menggelar Yudisium Ke-XX Tahun Akademik 2025/2026, dan 335 nama akan dipanggil satu per satu sebagai bukti bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil.

335 peserta itu datang dari dua rumah besar di FEB, Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi. Di balik angka itu ada cerita panjang. Ada malam-malam yang dilewati dengan kopi dan laptop. Ada skripsi yang direvisi sampai kertasnya tipis. Ada anak rantau yang menahan rindu kampung halaman demi kuliah. Ada orang tua yang rela tidak jajan, tidak beli baju baru, agar uangnya cukup untuk anaknya sekolah. Dan hari ini, semua pengorbanan itu berdiri tegak di satu ruangan, menunggu untuk dirayakan.

335 Pejuang Ilmu: Air Mata dan Gelar di Yudisium Ke-XX FEB UNISI

Foto : Dr. Ahmad Rifa'i, S.E., M.Si., Dekan FEB UNISI

Acara dimulai dengan khidmat. Doa dipanjatkan agar ilmu yang didapat menjadi berkah. Ayat suci Al-Qur'an dilantunkan menenangkan hati yang berdebar. Lalu Indonesia Raya berkumandang dan satu ruangan berdiri dengan tangan di dada. 

Diikuti Hymne Universitas Islam Indragiri yang dinyanyikan bersama. Bukan sekadar lagu, itu adalah janji. Janji untuk menjadi lulusan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. Di barisan depan duduk para pimpinan. Ada Pembina dan Ketua Yayasan Indra Education College, ada Rektor Universitas Islam Indragiri, para Dekan, Ketua Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan. Dan yang paling bersinar, ada orang tua. Wajah mereka berkaca-kaca, karena mereka tahu betul perjuangan apa yang baru saja dituntaskan anaknya.

Dr. Ahmad Rifa'i, S.E., M.Si., Dekan FEB UNISI, kemudian maju menyampaikan laporan. Suaranya tegas namun hangat. Beliau melaporkan bahwa Yudisium Ke-XX ini diikuti oleh 335 peserta. “Selamat kepada ananda semua,” ucap beliau. “Ini bukan akhir dari perjalanan. Ini adalah awal. Ilmu yang kalian genggam hari ini adalah amanah. Bawa ia keluar dari ruangan ini. Tebarkan manfaatnya untuk masyarakat. Jadikan ia bekal untuk membangun daerah kita, membangun bangsa dan negara.” Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras, karena dibalik keberhasilan 335 orang ini, ada banyak tangan yang membantu dalam senyap.

Di tengah acara, suasana menjadi hening. Seluruh peserta dan tamu diminta mengirimkan doa dan membaca Surah Al-Fatihah untuk almarhum Dr. H. Indra Mukhlis Adnan, S.H., M.H., pendiri Universitas Islam Indragiri. Nama beliau disebut dengan penuh hormat. Karena hari ini bisa terlaksana, karena 335 orang ini bisa duduk di bangku kuliah, semua bermula dari mimpi besar beliau. Doa itu menjadi pengingat agar para lulusan tidak pernah lupa akar, tidak pernah lupa siapa yang meletakkan batu pertama.

Sambutan selanjutnya datang dari Bapak Mukhlis, S.E., M.M., yang mewakili Pembina dan Ketua Yayasan Indra Education College. Beliau menyampaikan titipan salam dan selamat. “Selamat kepada 335 pejuang ilmu. Selamat juga kepada ayah, ibu, dan seluruh orang tua yang doanya tidak pernah putus siang dan malam. Keberhasilan ini adalah milik kita bersama,” katanya. Beliau berpesan agar lulusan FEB tidak hanya hebat dalam angka dan laporan keuangan, tapi juga hebat dalam integritas dan kejujuran. Karena ekonomi yang kuat harus dibangun di atas fondasi akhlak yang kuat pula.

Puncaknya adalah ketika Rektor UNISI, Assoc. Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., M.A., memberikan arahan. Beliau tidak berpanjang kata, tapi setiap kalimatnya membakar semangat. “Ananda harus bersyukur dan bangga dengan capaian ini. Bangga pernah menjadi bagian dari Universitas Islam Indragiri. Dan beranilah kalian mengatakannya dengan lantang dimanapun berada, saya adalah alumni UNISI,” tegas beliau. Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang. Karena di dalamnya ada pesan bahwa gelar ini bukan untuk disombongkan, tapi untuk dipertanggungjawabkan.

Yudisium ditutup bukan dengan akhir, tapi dengan awal yang baru. Ada pelukan antara orang tua dan anak. Ada jabat tangan terakhir antara dosen dan mahasiswa. Ada foto bersama dengan mata yang masih basah. 335 orang keluar dari Puri Cendana dengan langkah berbeda. Mereka bukan lagi mahasiswa. Mereka adalah harapan. Harapan bagi keluarga, harapan bagi Tembilahan, harapan bagi Riau dan Indonesia. Gelar ada di tangan, ilmu ada di kepala, dan semangat juang ada di dada. Selamat berjuang para sarjana baru FEB UNISI Ke-XX. Dunia sedang menantimu.(*) 

Reporter: Redaksi