Pencarian

Pertamina Patra Niaga Sebut Harga Pertamax Bisa Capai Rp20 Ribu Imbas Konflik Selat Hormuz

Sabtu, 12 September 2026 • 07:40:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Sebut Harga Pertamax Bisa Capai Rp20 Ribu Imbas Konflik Selat Hormuz
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan proyeksi harga BBM nonsubsidi dalam acara media gathering di Bantul, Yogyakarta.

MEDIALOKAL.CO — Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan belum ada indikasi penurunan harga minyak dunia yang signifikan. Proyeksi itu disampaikannya dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko.

Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Eko menilai konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz memberi dampak lebih besar terhadap pasar energi dibandingkan perang Rusia-Ukraina. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama lalu lintas energi dunia.

Gangguan di kawasan tersebut memengaruhi ketersediaan energi global sekaligus membuat harga belum stabil. Kondisi ini yang kemudian mendorong harga BBM nonsubsidi berpotensi naik ke kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko.

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Harga minyak mentah Brent pada Jumat (11/9) naik US$1,05 atau sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 95 sen atau sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Secara mingguan, Brent dan WTI masing-masing telah naik hampir 13 persen, kenaikan tertinggi sejak pekan yang berakhir 17 Juli.

Harapan Harga Kembali ke US$60-US$70 per Barel

Eko berharap harga minyak dunia kembali turun ke kisaran US$60 hingga US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik terjadi. Namun ia mengakui kondisi tersebut bergantung pada perkembangan situasi global.

"Kalau berharap turun US$70 per barel atau US$60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujarnya.

Bagi konsumen, pergerakan harga minyak dunia menjadi acuan utama penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina Patra Niaga. Selama tekanan geopolitik di Timur Tengah belum mereda, ruang penurunan harga masih terbatas.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks