IHSG Ditutup Melemah ke 6.441, Asing Net Sell Rp1,79 Triliun

IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.441 pada Jumat (18/9).
Penulis: Saiful
Senin, 21 September 2026 | 06:41:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 21,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.441 pada penutupan Jumat (18/9). Sepanjang pekan, indeks tercatat turun 1,53 persen setelah melemah selama empat hari perdagangan. Investor asing kembali mencatatkan net sell Rp1,79 triliun pada hari tersebut.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perdagangan saham bergerak dinamis sepanjang periode 14-18 September 2026. Kapitalisasi pasar bursa turun 1,58 persen dari Rp11.446 triliun menjadi Rp11.266 triliun. Nilai transaksi harian juga menyusut 6,95 persen dari Rp16,36 triliun menjadi Rp15,22 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyebut investor asing masih membukukan jual bersih. "Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp1,79 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp74,36 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).

Tekanan Jual Asing Belum Mereda

Founder Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan tekanan terhadap IHSG tidak hanya datang dari sentimen eksternal. Arus dana asing yang mencatat net sell sekitar Rp2,9 triliun sepanjang pekan turut menahan laju indeks. Kondisi itu membuat penguatan IHSG berpotensi dimanfaatkan investor untuk profit taking maupun melepas posisi.

"IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil. Ruang rebound tetap terbuka, tetapi belum cukup kuat untuk langsung membawa IHSG masuk ke tren bullish yang solid," kata Hendra.

Rentang Pergerakan IHSG Sepekan ke Depan

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan indeks saham relatif terbatas pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memperkirakan IHSG bergerak dengan level support 6.362 dan resistance 6.570.

"Pergerakan IHSG sepekan ke depan diperkirakan relatif terbatas dengan support 6.362 dan resistance 6.570. Sentimen yang akan dicermati antara lain RDG BI pada 22-23 September, dengan pasar tetap menunggu guidance dan outlook BI ke depannya," kata Herditya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (20/9).

Hendra memperkirakan indeks bergerak dalam rentang 6.350-6.600 dengan support di 6.350-6.400 dan resistance 6.500-6.600. Menurutnya, ruang rebound masih terbuka, tetapi belum cukup kuat membawa IHSG ke tren bullish solid.

BI Rate dan The Fed Jadi Sentimen Utama

Investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026. Secara konsensus, BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Pasar tetap akan memperhatikan arahan dan prospek kebijakan BI ke depan.

Dari sisi global, pasar mencermati arah kebijakan The Fed yang diperkirakan cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer. Kondisi itu dinilai berpotensi membuat rezim kebijakan moneter global tetap mengetat.

Harga minyak mentah juga menjadi perhatian seiring masih adanya risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz. Harga minyak Brent berada di sekitar US$102,68 per barel dan WTI sekitar US$100,08 per barel. Penurunan harga minyak memberi ruang bagi pasar seiring mulai meredanya kekhawatiran gangguan pasokan.

Rekomendasi Saham dari Analis

Herditya merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi berdasarkan analisis teknikal. Berikut daftarnya:

  • BBCA ditutup di posisi 6.300, diproyeksi menyentuh level 6.575
  • BULL ditutup di posisi 390, diproyeksi menyentuh level 440
  • KLBF ditutup di posisi 760, diproyeksi menyentuh level 810

Dari domestik, pergerakan rupiah di sekitar Rp17.758 per dolar AS, arus dana asing, kebijakan suku bunga, serta isu MSCI akan menjadi sentimen yang dicermati investor. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 14,73 persen dari 2,22 juta kali menjadi 1,89 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Reporter: Saiful