Danareksa Kantongi Komitmen Investasi Rp 2,5 Triliun dari Investor Inggris dan Belanda

Penandatanganan kesepakatan investasi Rp 2,5 triliun dari investor Inggris dan Belanda dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London.
Penulis: Fajar
Minggu, 08 November 2026 | 08:00:32 WIB

MEDIALOKAL.CO — PT Danareksa (Persero) mengantongi komitmen investasi sekitar Rp 2,5 triliun dari investor Inggris dan Belanda dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London. Komitmen itu mengalir ke dua kawasan industri milik Holding Kawasan Industri Indonesia, yakni JIEP di Jakarta dan KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah. Bagi pelaku industri, kesepakatan ini menandai masuknya modal asing ke sektor kawasan industri yang selama ini jadi tulang punggung realisasi investasi nasional.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau JIEP dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang, keduanya bagian dari Holding Kawasan Industri Indonesia. Cakupan kerja samanya mencakup pemanfaatan lahan industri di JIEP serta pengembangan ekosistem infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang.

Prosesi tanda tangan disaksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Duta Besar RI untuk Inggris Raya Desra Percaya.

Realisasi Investasi Januari-September 2026 Capai Rp 1.539,2 Triliun

Rosan memaparkan realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 menembus Rp 1.539,2 triliun, tumbuh 7,3 persen. Separuh dari angka itu berasal dari investor global.

"Realisasi investasi ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia, terhadap transformasi yang kami jalankan, serta arah jangka panjang Indonesia," ujar Rosan dalam keterangan resmi, Minggu (8/11/2026).

Dari sisi pelaku usaha, kawasan industri diposisikan sebagai destinasi investasi jangka panjang. Holding Kawasan Industri Indonesia kini mengelola tujuh kawasan seluas 7.706 hektare di enam provinsi, menaungi lebih dari 1.200 tenant dari 25 negara, dengan akumulasi investasi di atas USD10 miliar dan serapan tenaga kerja melebihi 300.000 orang.

BlackInk Cooperation Limited Masuk ke JIEP, Buka Ratusan Lapangan Kerja

Direktur Pemasaran dan Pengembangan JIEP Leonnardo Feneri menyebut kehadiran BlackInk Co-operation Limited akan ditindaklanjuti ke tahap kerja sama yang lebih konkret sesuai rencana dan ketentuan berlaku. Perusahaan investasi asal Inggris itu akan merealisasikan investasi di JIEP dan diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja.

JIEP mengklaim telah menyiapkan lahan yang memadai, lengkap dengan dukungan utilitas listrik dan air untuk menopang investasi tersebut. Kesiapan infrastruktur dasar ini menjadi syarat utama bagi investor kawasan industri yang biasanya menuntut kepastian pasokan energi dan air sebelum menanam modal.

Batang Fokus Bangun Infrastruktur Digital Kawasan

Di sisi lain, Direktur Utama KITB Marfan Trihartiko menyatakan penjajakan kolaborasi dengan investor Belanda merupakan bagian dari langkah KEK Industropolis Batang mengembangkan infrastruktur digital. Tujuannya mendorong transformasi kawasan industri menuju ekosistem yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.

"Kami berharap pengembangan ini dapat membuka peluang bagi pertumbuhan industri berteknologi tinggi, transfer pengetahuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batang dan Jawa Tengah," papar Marfan.

Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia Ngurah Wirawan menilai kesepakatan di London membuktikan investor global memilih Indonesia dan holding kawasan industri sebagai mitra terpercaya. Ia menyebut ekosistem yang ditawarkan mencakup layanan andal, sumber daya manusia berkualitas, dan orientasi keberlanjutan.

Apa Artinya bagi Pasar dan Pelaku Industri

Komitmen Rp 2,5 triliun ini masih berada di tahap kesepakatan, bukan realisasi penuh. Bagi investor pasar modal, sinyalnya lebih pada arah masuknya modal asing ke sektor kawasan industri dibanding dampak langsung ke emiten tertentu, karena JIEP dan KITB bukan perusahaan tercatat di bursa.

Yang perlu dicermati adalah konversi komitmen menjadi realisasi. Realisasi investasi nasional yang tumbuh 7,3 persen per September 2026 memberi gambaran bahwa pipeline investasi masih berjalan, meski tantangan klasik seperti perizinan dan kesiapan lahan tetap menentukan kecepatan eksekusinya di lapangan.

Reporter: Fajar