Pilihan
Dandim Kolonel Hendi Pasrah Dicopot Jabatan karena Istri Sindir Kasus Wiranto
MEDIALOKAL.CO - Mantan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi ikhlas menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang memberhentikan dirinya dari jabatan Dandim 1417 Kendari.
Kolonel Hendi diberhentikan karena posting-an istrinya terkait insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Pandeglang, Banten.
"Saya prajurit yang setia dan hormat keputusan pimpinan. Saya dan keluarga ikhlas menerima keputusan komandan," kata Hendi Suhendi didampingi istri di Kendari, Sabtu.
Baca Juga:
Begini Kondisi Terkini Wiranto di RSPAD
Hendi yang pernah bertugas sebagai atase darat pada KBRI di Moskow, Rusia pun siap menjalankan keputusan institusi.
"Sekali lagi saya mau katakan bahwa saya prajurit setia dan kesatria yang dididik bertanggungjawab dan patuh pada perintah komando," ujarnya.
Seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari yang dilangsungkan di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo turut dihadiri jajaran Kodim se-Sultra, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, anggota dan pengurus Persit.
Baca Juga:
Komandan Kodim Dicopot Gara-Gara Istri Posting Komentar Nyinyir soal Wiranto
Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara diserah terimakan dari Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi kepada Kolonel Infantri Alamsyah di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.
Pergantian puncuk komando Distrik Militer 1417 Kendari terkesan mendadak menyusul keputusan hukuman Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNIAndika Perkasa yang memberhentikan Hendi Suhendi.
Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.
Baca Juga:
Menko Polhukam Wiranto Ditusuk Pakai Pisau, Pasangan Suami Istri Ditangkap
Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari. .
Adapun istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN yang melakukan postingan melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(*)
sumber : jpnn.com
https://m.jpnn.com/news/dandim-kolonel-hendi-pasrah-dicopot-jabatan-karena-istri-sindir-kasus-wiranto?


Berita Lainnya
Bhabinkamtibmas Kampung Tengah Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Mencekam! Puluhan Orang Gerombolan Nasrun Sitepu Serang Pekerja PT Pancawaskita di Kebun Agrinas
DPP SPKN Soroti Pengadaan Furnitur Ratusan Juta di Lingkungan Sekdaprov Riau
DPP SPKN Desak KPK, BPK dan BPKP Usut Penyimpangan Anggaran Rp27 Miliar di BPKAD Dumai
Polsek Tembilahan Kota Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas Bersama Masyarakat.
Jalan Sungai Rawa Tak Kunjung Pulih, Truk PT Ekasapta Paramita Energi Bertonase Berat Jadi Ancaman Serius
Bhabinkamtibmas Kampung Tengah Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Mencekam! Puluhan Orang Gerombolan Nasrun Sitepu Serang Pekerja PT Pancawaskita di Kebun Agrinas
DPP SPKN Soroti Pengadaan Furnitur Ratusan Juta di Lingkungan Sekdaprov Riau
DPP SPKN Desak KPK, BPK dan BPKP Usut Penyimpangan Anggaran Rp27 Miliar di BPKAD Dumai
Polsek Tembilahan Kota Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas Bersama Masyarakat.
Jalan Sungai Rawa Tak Kunjung Pulih, Truk PT Ekasapta Paramita Energi Bertonase Berat Jadi Ancaman Serius