Jangan Terkejut, Ini Alasan mengapa Kasus Positif Covid-19 RI Tembus Rekor yang Pernah Terjadi...

Ahmad Yurianto 

Loading...

JAKARTA, Medialokal.co - Penambahan pasien positif COVID-19 menembus rekor, bahkan kali ini melompat jauh dari 1.000 kasus per hari.

Tercatat, pada Rabu (10/06/2020) penambahan kasus positif mencapai 1.241 orang, dengan, Jawa Timur mencapai 273 orang,  Sulawesi Selatan 189 orang, dan DKI Jakarta 157 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan penambahan disebabkan oleh tracing pasien yang lebih agresif dan hampir mendekati 20.000 spesimen per hari. Jika dilihat dari data uji laboratorium jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 17.757 orang.

"Secara keseluruhan kita masih meningkat angkanya, tetapi sebenarnya sebagian besar provinsi sudah stabil. Peningkatan ini karena adanya tracing yang lebih agresif," kata Yurianto, Rabu (10/06/2020) sebagaimana kami lansir dari cnbcindonesia.

Loading...

Awalnya pemerintah hanya menargetkan 10.000 tes per hari, dan setelah tembus angka tersebut target spesimen ditingkatkan menjadi 20.000 spesimen per hari dengan positif rate 11,9%. Saat ini jumlah laboratorium PCR aktif mencapai 103 unit, tes cepat molekuler sebanyak 77 laboratorium.

"Penambahan ini karena tracing yang agresif, ini spesimen yang dikirim oleh puskesmas bukan lagi hanya oleh Rumah Sakit. Kami menginginkan dari kasus ini dilakukan isolasi sebaik-baiknya agar tidak menjadi sumber penularan. Menggunakan masker menjaga jarak adalah upaya terbaik," katanya.

Hal ini juga terjadi pada Selasa (09/06/2020) dimana penambahan jumlah pasien tersebut sejalan dengan jumlah hasil tes COVID-19 yang keluar hari ini, yakni 16.181 spesimen. Ini merupakan jumlah tes terbanyak sejak COVID-19 dilaporkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020. Sebagai perbandingan rata-rata hasil tes COVID-19 per hari sejak awal Maret masih di bawah 4.500 spesimen per hari.

Pada Selasa (9/6/2020) kasus konfirmasi positif bertambah 1.043 orang menjadi 33.076 orang. Wilayah DKI Jakarta tercatat menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak, yakni 232 orang, diikuti Jawa Timur sebanyak 220 orang. Sementara itu, provinsi ketiga yang tercatat menambah banyak pasien COVID-19 adalah Sulawesi Selatan.

Dia menegaskan peningkatan pasien positif ini terjadi karena masih ada penularan, karena ada orang yang sakit tetapi tidak melakukan isolasi. Selain itu masih ada masyarakat yang rentan tertular, karena belum menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.(*)






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar