Bantuan Sosial di Kecamatan Gas, Masih Banyak Warga Miskin Terabaikan


Rakyat Kecil Bersuara, Data Penerima Bansos di Kecamatan Gas Kacau Balau

GAS, Medialokal.co - Warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir mengkritik data penerima program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah karena masih ada warga tergolong mampu terdata sebagai penerima, sementara banyak masyarakat miskin yang seharusnya menjadi prioritas justru "terkesampingkan".

Maspardi, warga RT 3 Kelurahan Teluk Pinang, mengatakan bahwa jika memang benar-benar dilakukan validasi di lapangan, seharusnya kesimpangsiuran data penerima seperti ini tidak akan terjadi. Keluhan ini juga diamini oleh sejumlah warga lainnya, Diris dan Darmansyah.

Bukan hanya masyarakat mampu yang menjadi penerima, warga yang sudah meninggal dunia menurutnya masih terdata.

"Harusnya dilakukan pendataan dan verifikasi langsung di lapangan agar penerima tepat sasaran," kata warga.

Hasil penelusuran media kami di lapangan, setidaknya, untuk Kelurahan Sungai Empat saja masih didapati sekira 60 keluarga miskin yang sama sekali tidak pernah terdata sebagai penerima bantuan dalam bentuk apapun dan 120 warga miskin lainnya di Kelurahan Teluk Pinang.

Tidak hanya kerancuan data penerima, media kami bahkan juga mendapati tiga orang penerima PKH yang justru tidak bisa menguangkan dananya karena saldonya ternyata sudah nihil.

Petugas bansos pendamping kecamatan GAS, Qola Raika Mukti dan petugas pendamping Kelurahan Teluk Pinang, Hana mengaku sudah menjalankan tugas sebagaimana keharusannya.

Camat GAS, Fitrianto, menekankan pentingnya sinkronisasi data antarorganisasi perangkat daerah untuk meminimalisir kejadian serupa terus terjadi. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pendataan dan memastikan bansos tepat sasaran.

"Saya akan panggil petugas bansos pendamping kecamatan dan akan membenahi lagi petugas yang ada di lapangan, biar kedepannya berjalan dengan sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Dengan DTSEN yang terintegrasi, diharapkan distribusi bansos lebih transparan dan akuntabel, sehingga tidak ada lagi kasus bantuan sosial yang jatuh ke tangan yang tidak berhak.(*)






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]