Pendidikan Mangrore Dorong Peran Aktif Remaja Jaga Eksoistem Mangrove
SUNGAI BELA - Yayasan Mitra Insani berkolaborasi dengan Putra-Putri Mangrove 2026 menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Mangrove: Belajar, Menjaga dan Melestarikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathlaul Iman Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 murid dan dilaksanakan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran serta kepedulian generasi muda terhadap lingkungan pesisir yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat sekita, Jumat (30/01/2025)
Kegiatan pendidikan mangrove ini dinilai relevan dengan kondisi lingkungan Sungai Bela yang memiliki keterkaitan langsung dengan ekosistem mangrove. Materi yang disampaikan oleh Putra-putri mangrove 2025 ini meliputi pengenalan ekosistem mangrove, dampak kerusakan mangrove, serta peran remaja dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Para murid tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara edukatif dan interaktif, sehingga memudahkan mereka memahami materi yang disampaikan.
"Kita sebagai remaja merupakan agen perubahan pelestarian lingkungan, bisa melalui penyebaran informasi, membersihkan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bisa melalui penanaman tumbuhan hijau" jelas Yuphika Putri Mangrove Favorit 2025
Dalam sesi pemaparan, narasumber juga menjelaskan bahwa kerusakan mangrove dapat menyebabkan abrasi pantai, menurunnya kualitas lingkungan, serta berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, remaja memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan, dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Ernida Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mitra Insani atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami sangat senang karena memilih sekolah kami dalam kegiatan pendidikan mangrove. Materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar Sungai Bela. Mangrove itu apa bagiannya apa aja cara merawatnya gimana. Semoga ilmu yang diberikan bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua" tuturnya.
Melalui kegiatan pendidikan mangrove ini, diharapkan para murid MTs Sungai Bela tidak hanya memahami pentingnya ekosistem mangrove, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.


Berita Lainnya
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Koto Gasib Berikan Bantuan Bibit Jagung Pipil kepada Petani
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Koto Gasib Berikan Bantuan Bibit Jagung Pipil kepada Petani
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan