Kamis Penuh Gizi di Limau Manis dan Lubuk Besar: Babinsa Sinergi dengan SPPG, Rawat Generasi dari Piring Makan


Kemuning – Kamis (30/4/2026), aroma tumis wortel kol dan ayam kecap menguar dari dapur SPPG Kemuning Tua Yayasan Bakti Anak Inhil. Sejak pagi, relawan bergerak. Nasi putih ditanak, tahu digoreng balado, semangka dipotong. Siang itu, 581 piring makan bergizi siap diantar ke tiga desa: Lubuk Besar, Limau Manis, dan Talang Jangkang.

Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan. Sasaran pertama Desa Lubuk Besar. Di SMPN 07 Kemuning, 74 siswa dan 13 pendidik menerima paket lengkap. Di SDN 003 Lubuk Besar, 162 siswa dan 12 pendidik ikut tersenyum. “Menu basah hari ini karbohidrat nasi putih, protein hewan ayam kecap, protein nabati tahu goreng balado, serat tumis wortel kol, dan buah semangka,” begitu laporan harian SPPG yang sampai ke Danrem 031/WB.

Sasaran kedua Desa Limau Manis. SDN 015 menerima 175 siswa dan 10 pendidik. Anak-anak berbaris rapi, tangan kecil mereka menerima kotak makan dengan mata berbinar. Bagi sebagian dari mereka, ini bukan sekadar makan siang. Ini adalah jaminan gizi yang tak selalu ada di meja rumah.

Sasaran ketiga Desa Talang Jangkang. SDN 016 menyambut 125 siswa dan 10 pendidik. Total hari itu, 536 siswa dan 45 guru merasakan manfaat. Total penerima manfaat: 581 jiwa. Angka yang bicara tentang kepedulian. Angka yang bicara tentang masa depan Inhil yang sedang dirawat dari piring makan.

Babinsa setempat yang ikut memonitor kegiatan menegaskan komitmen TNI. “Kami dari Koramil terus dampingi penyaluran SPPG Yayasan Bakti Anak Inhil. Pastikan tepat sasaran, aman, dan anak-anak kita dapat gizi terbaik. Ini investasi untuk generasi Inhil yang sehat dan cerdas,” ucap Babinsa. Hadir tak hanya jaga keamanan. Hadir memastikan tak ada hak anak yang tercecer.

Menu disusun cermat. Ada nasi sebagai karbohidrat. Ayam kecap untuk protein hewan. Tahu goreng balado sebagai protein nabati. Tumis wortel kol memberi serat. Semangka menutup dengan kesegaran buah. Gizi seimbang bukan lagi jargon. Ia hadir nyata di tangan anak-anak Kemuning.

Permasalahan menonjol: nihil. Distribusi lancar. Dokumentasi terlampir. Artinya, sistem bekerja. Artinya, sinergi Yayasan Bakti Anak Inhil, SPPG, pemerintah desa, dan Babinsa berjalan. Ketika semua pihak duduk satu meja, maka 581 piring bisa tersaji tanpa gaduh.

Bagi siswa SDN 015 Limau Manis, SDN 016 Talang Jangkang, SDN 003 dan SMPN 07 Lubuk Besar, Kamis itu istimewa. Mereka belajar dengan perut kenyang. Guru mengajar tanpa khawatir anak didiknya lemas. Dan orang tua di rumah bisa sedikit lega, karena siang ini anaknya makan bergizi.

Dari Kemuning Tua, program ini mengirim pesan pelan ke seluruh Inhil. Bahwa membangun bangsa dimulai dari piring makan. Bahwa Babinsa tak hanya jaga batas desa, tapi juga jaga masa depan anak desa. Dan selama SPPG terus berjalan, Inhil sedang menanam harapan, satu sendok nasi dalam satu waktu.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]