Di PT SAL Gaung, AKP Edi Dalianto Cek Alat Pemadam, Siapkan Inhil Hadapi El Nino dan Karhutla


Gaung – Kamis (30/4/2026) pukul 10.30 WIB, langkah bersama terdengar di halaman PT. Setia Agrindo Lestari. Camat Gaung Sdri. Fauziah, S.K.M., M.K.M., Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto, Manager Kebun Sdr. Hendra Gunawan, Kasi Administrasi Sdr. Susilo, karyawan, security PT SAL, dan personel Polsek Gaung berkumpul. Bukan untuk rapat biasa. Mereka datang memeriksa satu hal: kesiapan alat pemadam kebakaran.

El Nino mengintai. Kemarau panjang bisa datang tanpa permisi. Angin kencang dan lahan kering adalah bahan bakar yang ditakuti Inhil. Karena itu, Kapolsek Gaung turun langsung. “Kapolsek Gaung secara bersama-sama mengecek kondisi peralatan pemadam kebakaran, termasuk kelayakan mesin dan kelengkapan selang yang digunakan untuk memadamkan api,” begitu laporan dari lapangan. Dicek satu-satu. Dipastikan tak ada selang bocor. Dipastikan mesin hidup saat dibutuhkan.

“Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Gaung merupakan faktor penting yang mempengaruhi potensi kebakaran. Kekeringan dan angin kencang menjadi tantangan ekstra dalam pencegahan dan penanganan kebakaran, sehingga diperlukan persiapan dan peralatan yang siap pakai secara optimal,” jelas AKP Edi Dalianto. Kalimat itu bukan menakut-nakuti. Ia mengingatkan. Bahwa api tak menunggu kita siap. Kita yang harus siap sebelum api datang.

PT SAL tak sendiri. Polsek Gaung berdiri di samping perusahaan, di samping warga. “Selain memastikan alat pemadam kebakaran siap operasi, Polsek Gaung juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran. Mereka mengajak warga untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang dapat memicu kebakaran, terutama di masa cuaca ekstrim seperti sekarang,” tutur Kapolsek. Waspada. Satu kata yang murah, tapi bisa menyelamatkan hektare lahan.

Camat Gaung Sdri. Fauziah mengamini. Pemerintah, polisi, dan perusahaan harus satu napas. Sebab karhutla tak kenal batas konsesi. Asapnya menyasar semua paru-paru. Karena itu pengecekan ini penting. Agar saat darurat datang, tak ada yang gagap. Tak ada yang menyalahkan.

Manager Kebun Sdr. Hendra Gunawan dan Kasi Administrasi Sdr. Susilo mendampingi. Karyawan dan security PT SAL ikut memastikan setiap unit alat dalam kondisi prima. Dari mesin pompa, selang, hingga nozzle, semua disentuh, semua diuji. Karena nyawa dan hutan tak bisa ditawar dengan kata “mungkin masih bisa dipakai”.

“Kesiapsiagaan dan kesadaran bersama dari masyarakat, diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi potensi kebakaran yang ada di wilayah tersebut,” ujar AKP Edi Dalianto. Benteng itu dibangun hari ini. Dari pengecekan kecil, dari ajakan untuk peduli, dari tangan yang mau memegang selang sebelum api berkobar.

Pukul 11.30 WIB, kegiatan selesai. Situasi aman dan kondusif. Tapi tugas belum selesai. El Nino masih di depan mata. Karhutla masih mengintip. Dan Gaung memilih untuk tidak lengah. Sebab lebih baik berkeringat memeriksa alat hari ini, daripada menangis memadamkan api esok hari.

Dari halaman PT SAL, pesan itu pulang bersama setiap orang yang hadir: Inhil bisa aman dari karhutla, jika kita semua siap. Jika perusahaan peduli. Jika polisi sigap. Jika warga waspada. Dan Kamis itu, Gaung membuktikan bahwa kesiapan adalah bentuk cinta paling nyata pada tanah sendiri.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]