Pilihan
Minggu di Tapal Batas Tanjung Melayu: Serda Ali B. Harahap Patroli, Pastikan Kuindra Bebas Api Demi Paru-Paru Inhil
Kuala Indragiri – Minggu (3/5/2026) pukul 10.00 WIB, saat banyak orang masih menikmati hari libur, Serda Ali B. Harahap sudah menyalakan sepeda motor. Babinsa Koramil 04/Kuindra itu bergerak ke Desa Tanjung Melayu. Bukan piknik. Ia patroli tapal batas. Menyusuri batas desa, menjaga Inhil dari musuh yang tak bersuara: titik api.
“Pada hari Minggu tanggal 03 Mei 2026 pukul 10:00 WIB Babinsa Serda Ali B. Harahap melaksanakan kegiatan sosialisasi dan patroli tapal batas di wilayah Desa Tanjung Melayu, Kec. Kuala Indragiri Kab. Inhil.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu singkat. Tapi di baliknya ada tekad: jangan sampai satu percik pun lolos jadi asap.
Serda Ali tak sendiri. Dua warga ikut. “Personil gabungan yang dikerahkan TNI 1 orang dan Masyarakat 2 orang. Alkap SPM 2 unit.” Tiga orang, dua motor, satu misi. Mereka menyusuri semak, lahan, dan batas kampung. Mata menelisik setiap jengkal. Hidung mencari bau hangus. Karena karhutla tak pernah izin dulu sebelum membakar.
Titik koordinat -0°14'49,107"S 103°24'10,2"E dicatat. Setiap meter dipastikan. Bagi Serda Ali, patroli tapal batas adalah ibadah. “Kegiatan sosialisasi dan patroli ini kami lakukan agar masyarakat paham, mencegah lebih baik dari memadamkan. Kalau ada asap sekecil apapun, cepat kita laporkan dan padamkan bersama,” ujar Serda Ali B. Harahap. Suaranya pelan, tapi penuh tanggung jawab.
Satu jam menyisir Tanjung Melayu. Hasilnya menenangkan hati. “Untuk Hasil tidak ditemukan titik api dan asap.” Langit Desa Tanjung Melayu Minggu itu biru. Udara bersih. Anak-anak bisa bermain tanpa batuk. Petani bisa bernapas lega. Semua karena ada yang rela berpanas menyusuri batas.
“Situasi: Aman dan Terkendali,” tulisnya dalam laporan. Aman karena waspada. Terkendali karena peduli. Dan itu tak datang sendiri. Ia lahir dari sinergi. “Kami libatkan masyarakat karena menjaga lahan ini tanggung jawab kita bersama. TNI tidak bisa sendiri. Kalau masyarakat ikut peduli, Inhil pasti aman dari karhutla,” tambah Serda Ali. Di Kuindra, cegah api adalah kerja gotong royong.
Pukul 11.00 WIB, patroli usai. SPM diparkir. Tapi kewaspadaan tak ikut parkir. Sebab kemarau bisa datang tiba-tiba. Angin bisa berubah arah. Dan selama Serda Ali B. Harahap masih mau menyusuri tapal batas di hari Minggu, Inhil punya alasan untuk berharap: langit tetap biru, sawah tetap hijau, paru-paru tetap sehat.
Dari Kuala Indragiri, pesan itu sederhana. Karhutla dilawan sebelum menyala. Dengan patroli. Dengan sosialisasi. Dengan TNI dan rakyat yang berjalan bersama. Karena menjaga tapal batas sejatinya menjaga napas anak cucu kita.(*)


Berita Lainnya
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama