Pilihan
Untuk Desa yang Lebih Baik: Sertu Ramadhan, Goro Bukan Soal Tanah Tapi Soal Hati yang Mau Saling Bantu
Kemuning – Sabtu (2/5/2026) pukul 11.05 WIB, terik tak menyurutkan langkah. Di Desa Talang Jangkang, Sertu Ramadhan sudah memegang cangkul. Babinsa Koramil 09/Kemuning itu turun gotong royong. Menimbun jalan dalam desa bersama warga. Karena bagi Sertu Ramadhan, jalan yang rata bukan sekadar urusan aspal. Ia urusan kebersamaan.
“Babinsa Koramil 09/Kemuning Sertu Ramadhan melaksanakan kegiatan Goro Penimbunan jalan Dalam Desa, bersama warga masyarakat desa Talang Jangkang yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa kekompakan dan untuk Kebaikan Bersama.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu sederhana. Tapi di baliknya ada peluh yang menetes untuk satu tujuan: desa yang lebih baik.
Sertu Ramadhan tak memerintah. Ia ikut mengangkat tanah. Ikut meratakan timbunan. “Kegiatan goro ini kita lakukan agar jalan desa lebih layak dilalui. Kalau jalan bagus, anak sekolah lancar, hasil kebun mudah dibawa ke pasar. Yang paling penting, goro ini bikin kita makin kompak,” ujar Sertu Ramadhan. Suaranya pelan, tapi maknanya dalam. Karena jalan adalah nadi. Dan nadi itu harus dirawat bersama.
Warga Talang Jangkang menyambut. Bapak-bapak membawa sekop. Anak muda mengangkut pasir. Ibu-ibu menyiapkan air minum. Tak ada yang dibayar. Tak ada yang dipaksa. Semua bergerak karena satu rasa: ini kampung kita. Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi?
Bagi Sertu Ramadhan, gotong royong adalah sekolah. Sekolah kebersamaan. Sekolah kepedulian. “TNI lahir dari rakyat. Kalau rakyat butuh tenaga, ya kita turun. Goro timbun jalan ini kecil, tapi maknanya besar. Ia bukti kita masih mau saling bantu tanpa pamrih,” tambahnya. Di Talang Jangkang, seragam loreng melebur dengan kaus oblong warga. Sama-sama kotor. Sama-sama bahagia.
Jam bergeser. Jalan yang tadinya berlubang kini mulai rata. Tawa terdengar di antara lelah. Ada cerita. Ada rencana desa ke depan. Karena goro tak hanya meratakan tanah. Ia meratakan sekat. Mendekatkan Babinsa dengan warganya. Mendekatkan hati yang mungkin lama tak bersua.
“Selama melaksanakan Kegiatan ini berjalan dengan aman dan tertib,” tutup laporan. Aman karena semua bekerja dengan ikhlas. Tertib karena semua tahu tujuan. Dan Talang Jangkang sore itu pulang dengan dua hasil: jalan yang lebih baik, dan kekompakan yang lebih erat.
Dari Kemuning, pesan itu jelas. Pembangunan tak selalu menunggu proyek besar. Kadang ia dimulai dari cangkul. Dari tanah yang ditimbun bersama. Dari keringat yang jatuh untuk kebaikan bersama. Dan selama Sertu Ramadhan masih mau memegang sekop bersama warga, Inhil tak akan kehabisan alasan untuk percaya: Indonesia kuat karena gotong royongnya.(*)


Berita Lainnya
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama