Pilihan
Untuk Keritang yang Rukun: Serka Rizal, Rasa Aman Tak Lahir dari Senjata Tapi dari Hadir dan Peduli
Keritang – Minggu (3/5/2026) pagi, lonceng Gereja HKBP Desa Keritang berdentang pelan. Di halamannya, Serka Rizal Nst sudah berdiri tegap. Babinsa Koramil 09/Kemuning Kodim 0314/Inhil itu datang bukan untuk berkhutbah. Ia datang untuk menjaga. Memastikan jemaat beribadah dengan hati yang tenang, tanpa rasa waswas.
“Pada Hari Minggu 3 Mei 2026 melaksanakan Kegiatan SDM Pemantauan Warga Yg melaksanakan ibadah Di Gereja HKBP Desa Keritang,” begitu laporan ke Dandim 0314/Inhil. Singkat. Tapi maknanya dalam. Karena rasa aman saat beribadah adalah hak semua anak bangsa.
Serka Rizal memantau dari kejauhan. Tak mengganggu. Tak mencolok. Ia hanya ingin memastikan. “Kegiatan ini bertujuan Untuk Meningkatkan Rasa Nyaman Jemaat pada saat beribadah Wilayah Tersebut,” ujar Serka Rizal Nst. Baginya, seragam loreng tak hanya menjaga tapal batas. Ia juga menjaga damai di rumah ibadah.
Jemaat HKBP Keritang satu per satu berdatangan. Ada yang menuntun anak. Ada yang menggandeng orang tua. Mereka masuk dengan senyum. Karena tahu, di luar ada yang menjaga. Ada Babinsa yang berdiri memastikan tak ada gangguan. Tak ada rasa takut yang menyelinap di antara doa.
Bagi Serka Rizal, toleransi bukan kata di buku. Ia praktik di lapangan. “TNI hadir untuk semua. Saat saudara kita beribadah, tugas kami memastikan mereka khusyuk. Aman. Nyaman. Karena Indonesia kuat kalau kita saling menjaga,” tambahnya. Di Keritang, Pancasila hidup dalam sikap. Dalam tindakan kecil: menjaga.
Pagi itu di HKBP, kidung pujian terdengar syahdu. Di luar, Serka Rizal tetap siaga. Matanya awas pada lalu lalang. Telinganya peka pada suara. Karena ia paham, rasa aman tak lahir dari senjata. Ia lahir dari hadir. Dari kepedulian yang tulus tanpa sekat agama.
Ibadah usai. Jemaat keluar dengan wajah teduh. Mereka bersalaman. Bertegur sapa. Lalu pulang membawa damai. Dan Serka Rizal masih di sana. Memastikan semua pulang dengan selamat. Karena tugas Babinsa selesai bukan saat ibadah mulai. Tapi saat jemaat terakhir sampai rumah dengan aman.
Dari Desa Keritang, pesan itu mengalir jernih. Bahwa Indonesia dirawat dengan saling jaga. Muslim menjaga gereja. Kristen menghormati masjid. Dan TNI berdiri di tengah, jadi jembatan persaudaraan. Selama Serka Rizal Nst masih mau berdiri di halaman gereja pada Minggu pagi, Inhil punya alasan untuk percaya: toleransi di negeri ini tak akan mati.(*)


Berita Lainnya
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama