Pilihan
Minggu Pagi di Parit 2 Pulau Kijang: Peltu Nofiandi Patroli Tapal Batas, Pastikan Reteh Bebas Karhutla
Reteh – Minggu (3/5/2026) pukul 09.00 WIB, ketika sebagian warga masih menikmati kopi pagi, Peltu Nofiandi sudah menyalakan mesin. Babinsa Koramil 07/Reteh itu bergerak ke Parit 2, Kelurahan Pulau Kijang. Tugasnya satu: patroli tapal batas. Memastikan tak ada asap yang mencuri langit Inhil.
“Pada Hari Minggu Tgl 3 Mei 2026 pukul 09.00 WIB Babinsa Koramil 07/RTH, Peltu Nofiandi melaksanakan Kegiatan Patroli Tapal Batas di Parit 2 Kel Pulau Kijang Kec Reteh Kab. Inhil.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu tegas. Karena karhutla tak kenal hari libur.
Peltu Nofiandi tak sendiri. Dua warga ikut. “Personil gabungan yang dikerahkan TNI 1 orang, Masyarakat 2 orang. Alkap: SPM 2 unit.” Tiga orang, dua motor, satu tujuan. Mereka menyusuri parit, lahan, dan batas kebun. Mata menelisik setiap sudut. Sebab satu bara kecil bisa jadi bencana besar.
Titik koordinat 17.20.13.165° S dicatat. Setiap meter disisir. Bagi Peltu Nofiandi, ini bukan sekadar patroli. “Kita keliling tiap hari, apalagi musim kemarau rawan. Kita cek langsung ke lapangan, ajak warga ikut awasi. Kalau ada yang mau buka lahan, kita ingatkan jangan dibakar. Cegah dari awal lebih baik,” ujar Peltu Nofiandi. Suaranya mantap, lahir dari kepedulian.
Satu jam menyusuri Pulau Kijang. Hasilnya menenangkan. “Untuk Hasil tidak ditemukan titik api dan asap.” Kabar yang bikin lega. Langit Reteh Minggu itu tetap biru. Udara bersih. Anak-anak bisa main di luar tanpa batuk. Petani bisa ke kebun tanpa waswas.
“Situasi: Aman dan Terkendali,” tulisnya. Aman karena dijaga. Terkendali karena semua ikut peduli. Dan itu kerja bersama. “TNI tidak bisa sendiri. Makanya kami selalu gandeng masyarakat. Kalau warga ikut peduli, ikut melapor, Inhil pasti aman dari asap,” tambah Peltu Nofiandi. Di Reteh, cegah karhutla adalah gotong royong.
Pukul 10.00 WIB, patroli usai. SPM diparkir. Tapi kewaspadaan tak ikut berhenti. Karena angin bisa berubah. Daun kering bisa tersulut. Dan selama Peltu Nofiandi masih mau menyusuri Parit 2 di hari Minggu, Reteh punya alasan untuk yakin: paru-paru Inhil akan tetap sehat.
Dari Kecamatan Reteh, pesannya sederhana. Karhutla dilawan sebelum menyala. Dengan patroli. Dengan ajakan. Dengan TNI dan rakyat yang berjalan seiring. Karena menjaga tanah dan udara adalah cara kita menjaga masa depan anak cucu.(*)


Berita Lainnya
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama