Patroli Tapal Batas, Babinsa Koramil 07/Reteh, Lihat Asap Padamkan Tak Sanggup Lapor Cepat


Reteh – Selasa (6/5/2026) pukul 09.00 WIB, mesin SPM Sertu Benri meraung pelan menyusuri Parit 2, Kelurahan Pulau Kijang. Babinsa Koramil 07/Reteh itu tak sendiri. Dua warga ikut di belakang. Tiga orang, dua motor, satu tekad: menjaga Inhil dari asap yang bisa merenggut napas.

“Pada Hari Selasa Tgl 6 Mei 2026 pukul 09.00 WIB Babinsa Koramil 07/RTH, Sertu Benri melaksanakan Kegiatan Patroli Tapal Batas di parit 2 kel pulau kijang Kec Reteh http://kab.Inhil.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu sederhana. Tapi di lapangan, patroli ini taruhan nyawa. Karena satu bara kecil bisa jadi bencana.

“Personil gabungan yang di kerahkan TNI 1 org, Masyarakat 2 orang. Alkap: SPM 2 unit.” Tak banyak. Tapi cukup untuk menyisir tapal batas. Cukup untuk memastikan setiap jengkal tanah Reteh tak ada yang berasap. Sertu Benri berhenti di beberapa titik. Turun. Mencium udara. Menatap semak. Pastikan tak ada api yang sembunyi.

“Untuk Hasil tidak ditemukan titik api dan asap. Titik Api dan Asap Nihil.” Kata nihil adalah kabar paling indah di musim kemarau. Nihil berarti anak Pulau Kijang bisa sekolah tanpa masker. Nihil berarti nelayan bisa melaut tanpa mata perih. Nihil berarti Inhil menang satu hari lagi.

Sertu Benri tak mau warga lengah. “Saya sampaikan ke bapak-bapak yang ikut tadi, jangan buka lahan dengan bakar. Kita boleh miskin harta, tapi jangan miskin akal. Sekali asap naik, yang rugi kita semua. Kebun sendiri hangus, tetangga sesak, dosa pun dapat,” ujarnya. Suaranya tegas. Tapi matanya peduli. Seperti kakak mengingatkan adik.

“Situasi: Aman dan Terkendali, selanjutnya mohon petunjuk.” Aman karena dijaga. Terkendali karena warga mau ikut awasi. “Patroli ini bukan kerja saya sendiri. Kalau masyarakat tak peduli, saya keliling sampai motor rusak pun asap tetap naik. Kuncinya di kita semua. Lihat asap, padamkan. Tak sanggup, lapor cepat,” tambah Sertu Benri.

Dua unit SPM kembali melintasi Parit 2. Debu jalan beterbangan. Tapi bukan asap. Dan itu cukup jadi alasan untuk bersyukur. Sebab di Reteh, pagi ini, langit masih biru. Bukan karena kebetulan. Tapi karena ada yang mau panas-panasan menjaganya.

Dari Kelurahan Pulau Kijang, Selasa pagi mengirim kabar ke Tembilahan: patroli tapal batas jalan, titik api nihil, warga ikut jaga. Dan selama Sertu Benri masih mau keliling bersama warga, Inhil punya harapan. Harapan bahwa kemarau bisa dilewati tanpa batuk, tanpa isak, tanpa sesal.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]