Di KM 08 Petalongan, Bhabinkamtibmas Tak Hanya Jaga Kamtibmas Tapi Juga Edukasi dan Bantu Petani
KERITANG - Dusun Sukatani KM 08, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang – Pagi itu udara masih basah oleh embun. Di pematang sawah yang membelah Desa Petalongan, sosok berseragam cokelat berjalan pelan, menyapa setiap petani yang tengah merawat tanamannya. Ia bukan petugas pengawas, bukan juga pejabat yang datang untuk inspeksi. Ia adalah Bhabinkamtibmas Polsek Keritang, sahabat para petani di dusun ini.
Di bawah langit yang mulai terang, obrolan mengalir alami. Tidak ada jarak antara polisi dan warga. Bhabinkamtibmas duduk di atas guludan, mendengar keluh kesah tentang hama yang mulai mengganggu, tentang pupuk yang sulit didapat, tentang harapan agar panen kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di sini bukan sekadar formalitas. Sebagai motor penggerak dan pengawas ketahanan pangan di tingkat desa, ia hadir untuk memastikan program pangan berjalan, sekaligus menjadi penghubung antara petani dan solusi. Ia mencatat, bertanya, lalu mendiskusikan bersama warga cara-cara sederhana yang bisa meningkatkan hasil panen.
“Kalau petani semangat, desa ini hidup. Kalau desa hidup, kecamatan dan kabupaten juga ikut kuat,” begitu katanya pelan di sela diskusi. Bagi warga Sukatani, kalimat itu terasa seperti dorongan yang sudah lama ditunggu. Rasanya seperti ada yang benar-benar peduli, bukan hanya datang ketika ada masalah.
Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius menegaskan bahwa tugas polisi hari ini tidak lagi berhenti pada menjaga ketertiban. “Ketahanan pangan dimulai dari sawah, dan polisi harus hadir di sana. Ketika petani kuat, desa kuat, dan negara pun ikut kuat,” ujarnya dengan nada serius namun hangat.
Bagi AKP Yosi, menyambangi petani adalah bentuk pengabdian yang paling nyata. Edukasi yang diberikan Bhabinkamtibmas tidak harus muluk-muluk. Cukup berbagi ilmu perawatan padi, cara mengatur air, dan pentingnya gotong royong saat panen. Hal-hal kecil itu, jika dilakukan bersama, bisa mengubah hasil panen menjadi lebih melimpah.
Di Dusun Sukatani, semangat “Bersama Kita Bisa” bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam setiap percakapan di pematang, dalam setiap tangan yang saling membantu mengikat batang padi, dalam setiap tawa yang pecah ketika solusi sederhana berhasil diterapkan. Polisi dan petani di sini sudah seperti keluarga.
AKP Yosi berharap semangat ini bisa menyebar ke desa-desa lain di wilayah Keritang. Ia yakin, ketika polisi mau turun ke tanah dan mendengar langsung keluh kesah warga, maka kepercayaan akan tumbuh. Dan dari kepercayaan itu, kerja sama untuk membangun ketahanan pangan menjadi lebih mudah.
Di ujung hari, ketika matahari mulai condong ke barat, Bhabinkamtibmas pamit pulang. Di belakangnya, sawah Sukatani tetap hijau, petani tetap bekerja, dan harapan tetap tumbuh. Karena di tempat ini, polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga masa depan desa, satu diskusi, satu sawah, satu generasi pada satu waktu. (*)


Berita Lainnya
Polsek Keritang, Bumdes Kuala Keritang dan Petani Satu Hati Jaga Lumbung Pangan
Baksos IPK Bagi-bagi Sembako Gratis
Babinsa Koramil 04/Kuindra: Pencegahan Lebih Baik Dari Pemadaman, Kami Terus Patroli Dan Sosialisasi
Serka Surachman: Komsos Wadah Asah, Asih, Asuh Untuk Perkuat Persaudaraan
Kapolsek Tembilahan Rutin Cek Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Personel Polsek Enok berkolaborasi dengan Majlis Guru SPM 4 Enok Desa Sei Rukam
Polsek Keritang, Bumdes Kuala Keritang dan Petani Satu Hati Jaga Lumbung Pangan
Baksos IPK Bagi-bagi Sembako Gratis
Babinsa Koramil 04/Kuindra: Pencegahan Lebih Baik Dari Pemadaman, Kami Terus Patroli Dan Sosialisasi
Serka Surachman: Komsos Wadah Asah, Asih, Asuh Untuk Perkuat Persaudaraan
Kapolsek Tembilahan Rutin Cek Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Personel Polsek Enok berkolaborasi dengan Majlis Guru SPM 4 Enok Desa Sei Rukam