Pencarian

Jateng Raih TPID Terbaik 2026, QRIS Tembus 47,11 Juta Merchant

Jumat, 25 September 2026 • 07:41:01 WIB
Jateng Raih TPID Terbaik 2026, QRIS Tembus 47,11 Juta Merchant
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Tahun 2026 pada rangkaian FEKDI–IFSE 2026 di JICC Jakarta.

MEDIALOKAL.CO — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik Tahun 2026 dalam rangkaian FEKDI–IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Penghargaan diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, bersamaan dengan Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Tahun 2026. Forum nasional ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan pelaku industri keuangan digital untuk membahas strategi pengendalian inflasi serta percepatan transformasi digital daerah.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono turut hadir dalam pembukaan forum yang digelar Kamis (24/9/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tegal memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan mempercepat transformasi digital di daerah.

Forum FEKDI–IFSE 2026 membahas berbagai strategi pengendalian inflasi dan penguatan ekosistem ekonomi digital nasional. Sejumlah pejabat tinggi hadir, mulai dari OJK, Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia, hingga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

OJK: Inovasi Dinilai dari Dampak Ekonomi, Bukan Kecanggihan Teknologi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong inovasi sektor jasa keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

"OJK menilai inovasi bukan dari kecanggihan teknologinya, tetapi dari dampaknya terhadap ekonomi. Akses masyarakat terhadap produk keuangan juga harus diiringi dengan pemahaman yang semakin baik atas produk yang digunakan," ujarnya.

Friderica menambahkan, kebijakan OJK ke depan akan difokuskan pada tata kelola yang adaptif, penguatan keamanan dan perlindungan konsumen, pengembangan talenta yang berdaya saing, serta sinergi lintas otoritas.

Inflasi Agustus 2026 di 3,19 Persen, Pemerintah Andalkan Pasokan dan Distribusi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pengendalian inflasi perlu dilakukan melalui penguatan pasokan, pengelolaan permintaan, dan kelancaran distribusi barang. Inflasi nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan.

Angka itu menjadi salah satu indikator utama yang dibahas dalam forum, mengingat stabilitas harga menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah daerah diminta memperkuat peran TPID masing-masing dalam menjaga stabilitas harga di wilayahnya.

QRIS Dipakai 47,11 Juta Merchant dan 69,32 Juta Pengguna

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sinergi, kolaborasi, dan inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan sekaligus mengakselerasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Destry menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat sinergi melalui TPID, TP2DD, pengembangan GovTech, serta penguatan ekosistem pembayaran digital. Hingga saat ini, QRIS telah digunakan oleh 47,11 juta merchant dan 69,32 juta pengguna di Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan penetrasi pembayaran digital yang semakin luas di kalangan pelaku usaha, termasuk UMKM. Ekosistem pembayaran yang terintegrasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat inklusi keuangan di daerah.

Pertumbuhan Ekonomi 5,45 Persen Jadi Modal Transformasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah terus dijalankan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen dengan inflasi yang tetap terjaga pada angka 3,19 persen. Ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat transformasi ekonomi nasional," ujarnya.

Dengan capaian itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui TPID dan TP2DD menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat digitalisasi di tingkat lokal. Pemerintah daerah yang berkinerja baik dalam pengendalian inflasi, seperti Jawa Tengah, diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengelola tekanan harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Sumber: suaraindonesianews.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks