Pencarian

Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan ke Houthi, Rebut Kendali Selat Bab el-Mandeb

Minggu, 04 Oktober 2026 • 06:41:01 WIB
Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan ke Houthi, Rebut Kendali Selat Bab el-Mandeb
Arab Saudi menyiapkan operasi militer untuk merebut kembali Selat Bab el-Mandeb dari Houthi.

MEDIALOKAL.CO — Arab Saudi menyiapkan operasi militer besar untuk merebut kembali kendali Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah dari militan Houthi yang didukung Iran. Operasi ini bakal melibatkan lebih dari 100.000 pasukan Yaman di lapangan dengan dukungan serangan udara Saudi. Tujuannya satu: memulihkan salah satu jalur ekspor minyak paling vital bagi Kerajaan Saudi.

Rencana serangan ini disusun setelah Riyadh menyimpulkan bahwa jalur diplomasi dengan Houthi tidak lagi bisa diandalkan selama militan tersebut menguasai Bab el-Mandeb. Seorang pejabat regional dan Barat yang dikutip Reuters menyatakan opsi yang sedang dipertimbangkan mencakup serangan pesisir untuk mengamankan jalur pelayaran Laut Merah atau serangan di berbagai front sekaligus.

Enam narasumber yang mengetahui persiapan operasi menyebut serangan akan dilaksanakan dalam beberapa minggu ke depan. Pasukan Yaman akan memimpin di lapangan di bawah pengawasan Saudi, sementara angkatan udara Kerajaan Saudi memberikan dukungan udara.

Dua Opsi Serangan yang Sedang Ditimbang Riyadh

Arab Saudi mempertimbangkan dua skenario utama. Opsi pertama adalah serangan skala kecil yang terfokus hanya di area sekitar Bab el-Mandeb. Opsi kedua jauh lebih luas, mencakup serangan serentak di berbagai front di Provinsi Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf.

Skala mobilisasi pasukan akan bergantung pada opsi yang akhirnya dipilih. Diperkirakan lebih dari 100.000 pasukan Yaman akan dikerahkan, jumlah yang signifikan untuk operasi yang menyasar salah satu titik tersempit jalur pelayaran global.

Peran Terbatas Sekutu Barat dalam Operasi Tempur

Amerika Serikat dilaporkan telah memberikan intelijen untuk mendukung operasi Riyadh di Yaman. Sejumlah negara regional dan Eropa juga memberikan bantuan militer yang sebagian besar bersifat defensif kepada Kerajaan Saudi.

Meski demikian, para sekutu tersebut diperkirakan tidak akan memainkan peran langsung dalam operasi tempur. Hal ini disampaikan oleh narasumber yang tidak ingin identitasnya diketahui demi menjaga keamanan.

Mengapa Bab el-Mandeb Begitu Krusial

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran ekspor minyak paling vital di dunia setelah Selat Hormuz. Selat ini menjadi pintu keluar utama bagi kapal tanker yang mengangkut minyak dari Teluk menuju Eropa dan Amerika.

Sejak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal pengangkut serta infrastruktur minyak Saudi, jalur ini nyaris tidak bisa dilintasi dengan aman. Akibatnya, salah satu rute ekspor utama Kerajaan Saudi terputus.

Houthi bulan lalu dilaporkan maju menyusuri pantai dan merebut kendali Selat Bab el-Mandeb. Kemajuan pesat itu menjadi salah satu pemicu utama mengapa Riyadh kini memilih jalur militer ketimbang menunggu negosiasi perdamaian Yaman yang baru.

Latar Konflik yang Tak Kunjung Usai

Arab Saudi terlibat dalam perang saudara di Yaman sejak 2015 sebagai pemimpin koalisi Arab yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. Pemerintah tersebut sebelumnya terusir oleh Houthi dari ibu kota Sanaa.

Konflik sempat mencapai gencatan senjata pada 2022. Namun pertempuran kembali pecah ketika Houthi meningkatkan serangan rudal dan drone sebagai dampak dari perang Iran, yang membuat situasi di Laut Merah makin panas.

Juru bicara pemerintah Arab Saudi, pemerintah Yaman, kelompok Houthi, dan militer AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai rencana operasi tersebut. Bagi pasar minyak global, eskalasi di Bab el-Mandeb menjadi risiko baru yang bisa mengganggu pasokan dan menekan harga energi dunia.

Sumber: finance.detik.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks