MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada awal pekan ini dengan rentang 6.000–6.100, setelah akhir pekan lalu ditutup rebound 62,48 poin atau 1,04% ke level 6.093. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham EMAS, KLBF, dan PACK untuk menyambut sesi perdagangan berikutnya.
Rebound IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu turut didukung pembelian bersih pemodal asing senilai Rp 29,63 miliar di seluruh pasar. Aliran dana asing tersebut terbantu transaksi pasar negosiasi saham INPP yang mencapai Rp 119,21 miliar.
Penguatan indeks terjadi merata di hampir seluruh sektor. Sektor material dasar memimpin dengan kenaikan 1,67%, disusul sektor industri 1,51%, infrastruktur 1,15%, transportasi 1,08%, dan konsumer non primer 1,02%.
Sektor energi naik 0,71%, konsumer primer 0,86%, kesehatan 0,69%, keuangan 0,79%, dan teknologi 0,60%. Hanya sektor properti yang berakhir di zona merah dengan penurunan 0,16%.
Saham Big Cap dan Emiten Prajogo Pangestu Jadi Penopang
Penguatan indeks tidak lepas dari lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar. EMAS melonjak 5,19%, MBSS menguat 15%, GGRM naik 6,04%, AMMN naik 4,01%, dan DSSA naik 2,73%.
Empat bank besar serta saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG. Rupiah yang menguat terhadap dolar AS pada periode yang sama menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat antara lain STRK yang melesat 33,87% ke Rp 83, TCPI menguat 25% ke Rp 1.625, SOSS naik 25% ke Rp 1.200, TFCO menguat 24,85% ke Rp 1.030, BIKE menguat 24,78% ke Rp 2.140, dan MAPB naik 24,77% ke Rp 1.335.
Yield US Treasury dan DXY Jadi Faktor Penggerak Pekan Ini
BRI Danareksa Sekuritas menyatakan pergerakan indeks pekan ini akan dipengaruhi pencermatan pemodal terhadap laju yield US Treasury, indeks dolar AS (DXY), kurs USD/IDR, serta harga minyak Brent. Risiko inflasi dan sikap hawkish The Fed masih membayangi arus dana ke pasar berkembang.
Dari sisi kalender ekonomi, Senin relatif minim rilis data utama Amerika Serikat. Perhatian pasar akan lebih terarah pada data perdagangan China di awal pekan, lalu CPI AS pada Rabu (14/10), serta PPI dan Retail Sales AS pada Kamis (15/10).
Rangkaian data tersebut berpotensi mengubah ekspektasi suku bunga The Fed dan memengaruhi aliran dana ke emerging markets, termasuk Indonesia.
Level 6.000 Jadi Support Krusial yang Wajib Dipertahankan
Secara teknikal, IHSG berhasil kembali ke atas level 6.000 meski sempat menembus level tersebut secara intraday sebelum akhirnya rebound. Area 5.996–6.000 menjadi support krusial yang perlu dipertahankan, sementara 6.100 menjadi resistance terdekat.
"Jika support 6.000 kembali ditembus, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 5.854. Sebaliknya, jika bertahan di atas 6.000 akan menjaga peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Rekomendasi Saham: EMAS, KLBF, dan PACK
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk tiga saham pilihan pekan ini dengan target harga masing-masing:
- EMAS dengan target harga Rp 8.400–8.850
- KLBF dengan target harga Rp 800–825
- PACK dengan target harga Rp 470–488
Ketiga saham tersebut dinilai memiliki momentum teknikal dan fundamental yang mendukung di tengah ketidakpastian global. Investor dapat mencermati pergerakan yield US Treasury dan DXY sebagai indikator awal arah arus modal asing ke pasar domestik.