Pencarian

Pertamina Beli Minyak Sumur Rakyat 80 Persen Harga ICP

Selasa, 13 Oktober 2026 • 08:21:02 WIB
Pertamina Beli Minyak Sumur Rakyat 80 Persen Harga ICP
Pertamina membeli minyak mentah dari sumur rakyat berizin dengan harga 80 persen dari ICP.

MEDIALOKAL.CO — PT Pertamina (Persero) membeli minyak mentah dari sumur rakyat yang sudah mengantongi izin dengan harga 80 persen dari Indonesian Crude Price (ICP). Kebijakan itu menyusul legalisasi sekitar 43.000 sumur minyak rakyat yang sebelumnya beroperasi tanpa izin. Langkah ini membuka tambahan pasokan minyak nasional sekaligus memberi kepastian penghasilan bagi pengelola sumur di daerah.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan skema pembelian minyak mentah dari sumur rakyat berizin. Harga yang dipakai adalah 80 persen dari Indonesian Crude Price (ICP), acuan harga minyak mentah Indonesia. Kebijakan ini lahir setelah pemerintah membuka jalan legalisasi bagi ribuan sumur yang selama ini beroperasi tanpa izin.

Bahlil menyebut ada sekitar 43.000 sumur minyak rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Selama bertahun-tahun sumur-sumur itu berproduksi tanpa payung hukum, sehingga hasilnya sulit masuk ke rantai pasok resmi. Pemerintah lalu menerbitkan peraturan menteri agar warga setempat bisa mengelola potensi minyak di kampung halamannya secara sah.

Skema Harga dan Peran Pertamina

Dalam skema baru ini, Pertamina berperan sebagai pembeli utama minyak dari sumur rakyat yang sudah berizin. Harga jual ditetapkan 80 persen dari ICP, sehingga ada pembagian nilai antara pengelola sumur dan perusahaan pelat merah tersebut.

“Ada 43.000 sumur yang punya rakyat. Saya bikin Peraturan Menteri. Semua sumur-sumur rakyat yang tadinya nggak ada izin, kita kasih izin, biarkanlah orang daerah itu juga punya hak untuk mengelola itu di kampung halamannya,” ujar Bahlil dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menurut Bahlil, satu sumur rakyat rata-rata menghasilkan 4–5 barel minyak per hari. Satu barel setara sekitar 159 liter. Dengan hitungan itu, sumur-sumur rakyat berpotensi menyumbang tambahan produksi hingga 215 ribu barel per hari bagi pasokan minyak nasional.

“Satu hari mereka satu sumur itu bisa mendapat 4-5 barel. Satu barel itu sekitar 159 liter. Harganya 80 persen dari ICP untuk orang beli dan dibeli Pertamina,” kata Bahlil.

Dampak ke Pengelola Sumur dan Pasokan Nasional

Bagi pengelola sumur rakyat, kepastian pembeli menjadi perubahan besar. Sebelumnya mereka harus mencari penampung sendiri dengan risiko harga dan legalitas. Kini hasil produksi bisa diserap Pertamina dengan patokan harga yang mengacu ICP.

Dari sisi negara, tambahan 215 ribu barel per hari bukan angka kecil. Produksi minyak nasional selama ini menghadapi tantangan penurunan alamiah di lapangan-lapangan tua. Sumur rakyat yang dilegalkan memberi sumber pasokan alternatif yang tersebar di banyak wilayah.

Pemerintah menempuh jalur legalisasi lewat peraturan menteri agar pengelolaan tetap terkendali. Warga daerah mendapat hak mengelola potensi di wilayahnya, sementara negara memastikan minyak yang dijual masuk jalur resmi dan tercatat.

Apa Langkah Selanjutnya

Penerapan aturan ini bergantung pada percepatan perizinan di lapangan. Semakin cepat sumur rakyat mengantongi legalitas, semakin cepat pula pasokan tambahan mengalir ke Pertamina. Sosialisasi ke pemerintah daerah dan pengelola sumur menjadi kunci agar target produksi tercapai.

Jika berjalan sesuai rencana, skema ini bisa mengubah lanskap pasokan minyak dalam negeri. Sumur rakyat yang dulu abu-abu menjadi bagian resmi rantai pasok, dengan Pertamina sebagai penampung utama di harga 80 persen ICP.

Sumber: inews.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks