Pencarian

BUMI Bungkam Soal Rumor Akuisisi Kideco Jaya Agung Senilai Rp 17,92 Triliun

Rabu, 14 Oktober 2026 • 06:01:01 WIB
BUMI Bungkam Soal Rumor Akuisisi Kideco Jaya Agung Senilai Rp 17,92 Triliun
PT Bumi Resources Tbk menyatakan belum dapat memastikan kebenaran kabar akuisisi Kideco Jaya Agung.

MEDIALOKAL.CO — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan tidak dapat memastikan kebenaran kabar akuisisi tambang batu bara termal Kideco Jaya Agung milik PT Indika Energy Tbk (INDY) yang nilai transaksinya diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,92 triliun. Manajemen beralasan informasi itu berasal dari sumber yang tidak jelas identitasnya. Sikap hati-hati emiten Grup Bakrie ini muncul di tengah spekulasi pasar soal penjualan mayoritas saham Kideco.

Direktur BUMI, R. A. Sri Dharmayanti, menyatakan perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis. Pernyataan itu disampaikan melalui Keterbukaan Informasi, Selasa (13/10/2026).

"Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta bahwa setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," terang Sri.

Isu ini pertama kali mencuat dari laporan Deal Street Asia yang menyebut BUMI sebagai kandidat potensial dalam penjualan mayoritas saham Kideco Jaya Agung. Nilai transaksi penjualan tersebut diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,92 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.928.

Diversifikasi BUMI dan Benturan dengan Aset Batu Bara Termal

Sri menjelaskan diversifikasi usaha di luar batu bara termal telah menjadi bagian dari arah strategis BUMI. Sementara Kideco Jaya Agung merupakan tambang batu bara termal.

"Adapun aset yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan aset batubara termal. Apabila terdapat informasi atau fakta material, Perseroan akan menyampaikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Sri.

Pernyataan itu menyiratkan posisi BUMI yang belum bisa memastikan apakah aset Kideco sejalan dengan peta jalan diversifikasi perseroan. Manajemen memilih menunggu kepastian fakta material sebelum bersuara lebih jauh.

Kideco, Mesin Pendapatan Utama Indika Energy

Kideco Jaya Agung bukan aset biasa bagi INDY. Tambang asal Kalimantan Timur itu mencatatkan pendapatan US$ 855,1 juta pada semester I-2026, menyumbang sekitar 71,9% dari pendapatan kotor INDY.

Struktur kepemilikan Kideco saat ini dikuasai INDY dengan porsi 91%. Sisanya, 9%, dipegang Samtan Co. Ltd. Dominasi itu membuat setiap langkah divestasi Kideco berdampak langsung ke kinerja keuangan INDY.

Dari sisi operasional, Kideco memproduksi sekitar 34,8 juta ton batu bara pada 2022. Tambang itu memiliki izin penambangan khusus yang berlaku hingga 2033, dengan sumber daya 1,5 miliar ton dan cadangan 468 juta ton berdasarkan laporan JORC Desember 2023.

Produksi dan Harga Jual Kideco di Semester I-2026

Pada semester I-2026, Kideco memproduksi 15,2 juta ton batu bara, naik dari 14,5 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata secara FOB meningkat 6,8% secara tahunan menjadi US$ 54,7 per ton.

Biaya tunai termasuk royalti naik 2,9% menjadi US$ 46,5 per ton. Kenaikan biaya itu memangkas margin, meski pendapatan tetap terkerek harga jual yang lebih tinggi.

Apa Artinya bagi Investor BUMI dan INDY

Bagi pemegang saham INDY, penjualan Kideco berpotensi mengubah struktur pendapatan secara signifikan mengingat kontribusinya yang mencapai 71,9%. Bagi investor BUMI, akuisisi ini akan menambah eksposur ke batu bara termal, berbanding arah diversifikasi yang diklaim manajemen.

Hingga kini belum ada keterbukaan resmi soal nilai, skema, maupun tenggat transaksi. BUMI berjanji mengungkap setiap fakta material sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Sumber: finance.detik.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks