Pencarian

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, Support Kritis di 4.953 Jadi Penentu

Selasa, 20 Oktober 2026 • 06:41:01 WIB
IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, Support Kritis di 4.953 Jadi Penentu
Papan pemantau pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (20/10), dengan level support Fibonacci 4.953 menjadi penentu arah pergerakan. Tim riset BRI Danareksa menilai indeks belum keluar dari fase bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. Sejumlah saham pilihan tetap direkomendasikan analis, mulai dari INCO hingga AADI.

Level 4.953 menjadi support Fibonacci pertama yang harus dipertahankan IHSG. Jika area itu ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka lebih lebar, dengan support berikutnya di 4.757. Sementara itu, 5.100 menjadi resistance awal yang mesti direbut kembali, disusul 5.340.

Tim riset BRI Danareksa menyebut indikator MACD berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat. "Selama belum mampu merebut kembali area resistance, peluang pemulihan masih terbatas," tulis tim riset BRI Danareksa.

Fase Bearish Belum Berakhir

Menurut BRI Danareksa, IHSG masih dalam fase bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. Posisi MACD yang negatif memperkuat sinyal bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memberi catatan berbeda soal momentum. Jika sampai penutupan mingguan IHSG bertahan di level 4.737 atau lebih tinggi, rebound masih mungkin terjadi, meski sifatnya terbatas.

Ivan memetakan support IHSG di 4.900, 4.767, dan 4.629. Adapun resistance berada di 5.068, 5.167, dan 5.328. Indikator MACD juga menunjukkan momentum bearish yang sejalan dengan pandangan BRI Danareksa.

Reformasi BEI dan Bayang-bayang MSCI

Pelaku pasar masih mencermati reformasi lanjutan Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk rencana mengeluarkan 80 saham kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham itu memiliki bobot sekitar 18% terhadap indeks.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, bukan delisting. Namun pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow.

Saham Pilihan Analis

Di tengah tekanan indeks, analis tetap menjagokan sejumlah saham. Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)

Sementara Ivan Rosanova menjagokan INCO, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Apa Artinya bagi Investor

Pergerakan IHSG pekan ini akan sangat bergantung pada kemampuan indeks bertahan di atas 4.953. Selama resistance 5.100 belum direbut, posisi investor sebaiknya tetap selektif dan memperhatikan level support terdekat sebelum menambah eksposur.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Sumber: katadata.co.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks