SIAK, Medialokal.co - Tenaga Medis baik dokter maupun perawat merupakan orang yang paling rentan terinfeksi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Karena mereka adalah orang yang bersentuhan langsung dengan pasien.
Di Siak, tercatat sudah ada 28 pasien dalam pengawasan atau PDP. Diantara pasien itu ada 1 orang tenaga medis yang jadi PDP dan dirawat di ruang isolasi RSUD Tengku Rafian Siak.
Ceritanya, perawat itu bekerja disana menangani pasien Covid-19 yang cuci darah. Tak lama, perawat itu jatuh sakit dan mengalami gejala infeksi Corona setelah mencuci darah pasien tersebut.
"Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari wabah mematikan ini. Mereka (tenaga medis) sebagai garda terdepan, mereka rela mengorbankan nyawa demi menyembuhkan PDP dan yang positif agar bisa selamat. Dan tak kenal lelah untuk orang lain," kata Bupati Siak Alfedri, Minggu (26/4/2020).
Hal itu membuat Alfedri merasa sedih dan terharu melihat perjuangan tenaga medis di Siak. Ia merasa empati kepada mereka dan telah berupaya memberi bantuan fasilitas yang mereka butuhkan, agar masyarakat sehat dan tenaga medis juga selamat.
"Kami sebisa mungkin membantu mereka melawan Covid-19 ini. Berbagai bantuan fasilitas sudah diupayakan agar mereka bekerja dengan aman. Kami juga sudah berusaha menghambat dengan segala cara untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini. Kepada masyarakat juga kami imbau agar pula menjadi garda terdepan mencegah penyebaran Covid-19. Semoga semua ikhtiar kita ini tidak sia-sia," Kata Alfedri.
Alfedri bercerita tentang kejadian yang viral di media sosial baru-baru ini yang entah berasal dari daerah mana. Ia sedih melihat seorang petugas medis yang sudah lama tak berjumpa keluarga karena harus siaga dalam 24 jam menangani pasien Covid di rumah sakit. Untuk bertemu anggota keluarganya, anaknya harus dibungkus plastik terlebih dahulu seperti Alat Pelindung Diri petugas medis agar dapat memeluk sang ayah yang dirindukan. Betapa miris melihat itu.