Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Kuartal II 2026: Vietnam Puncaki 8,39%, Indonesia di Posisi Keempat

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang mencerminkan kinerja investasi dan perdagangan nasional pada kuartal II 2026.
Penulis: Ragil
Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:01:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy pada periode April-Juni 2026. Angka ini muncul di tengah kinerja beragam negara kawasan, di mana Vietnam memimpin dengan pertumbuhan 8,39%, disusul Malaysia 6% dan Singapura 5,9%. Filipina dan Thailand berada di bawah Indonesia dengan masing-masing 2,3% dan 1,9%.

Belanja Pemerintah dan Investasi Jadi Penopang Utama

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh paling agresif yakni 15,97% yoy, diikuti pembentukan modal tetap bruto (investasi) yang naik 6,87%. Konsumsi rumah tangga, yang porsinya paling dominan, tumbuh lebih moderat di angka 5,06%.

Kinerja investasi ini sejalan dengan sektor listrik dan gas yang mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, mencapai 10,81% yoy. Sektor akomodasi dan makan minum menyusul dengan pertumbuhan 10,60%, mengindikasikan aktivitas domestik yang tetap solid.

Manufaktur Tumbuh Sedang, Sektor Tambang Terkontraksi

Industri manufaktur yang menjadi kontributor terbesar PDB tumbuh 4,52% yoy pada kuartal tersebut. Angka ini lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional, menunjukkan sektor pengolahan belum menjadi pendorong utama ekspansi.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami kontraksi hingga 1,64% yoy. Pelemahan ini terjadi di tengah normalisasi harga komoditas global yang sempat melonjak pada periode sebelumnya.

Persaingan Ketat di Asia Tenggara

Vietnam mengukuhkan diri sebagai ekonomi dengan laju ekspansi tercepat di kawasan. National Statistics Office of Vietnam mencatat sektor industri dan konstruksi tumbuh 10,51%, menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan negara tersebut. Produksi industri pada Juni 2026 bahkan melesat 12,7% yoy, didorong kuatnya ekspor yang naik 8,2%.

Malaysia dan Singapura sama-sama diuntungkan oleh gelombang investasi pusat data dan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Sektor manufaktur elektronik Singapura tumbuh 12,2% yoy, sementara industri E&E Malaysia menguat seiring meningkatnya permintaan chip global.

Filipina dan Thailand Tertekan Pelemahan Domestik

Di sisi bawah, Filipina tercatat tumbuh 2,3% yoy, melambat tajam dari 5,4% pada periode yang sama tahun lalu. Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Arsenio Balisacan menyebut penurunan tajam konstruksi publik sebagai biang keladi investasi yang anjlok 9,2%.

Sementara itu, Thailand hanya tumbuh 1,9% yoy. Meski di atas ekspektasi konsensus 1,7%, konsumsi rumah tangga Negeri Gajah Putih melambat ke level terendah dalam 14 kuartal, menekan belanja pemerintah yang nyaris stagnan di angka 0,2%. Ekspor yang naik 12,5% menjadi penyelamat utama pertumbuhan Thailand pada kuartal ini.

Reporter: Ragil