Bentley Torcal: SUV Listrik Pertama yang Dijanjikan Paling Kencang

Bentley memperkenalkan Torcal sebagai SUV listrik pertama yang diklaim menjadi model produksi tercepat dalam sejarah pabrikan asal Inggris tersebut.
Penulis: Sutomo
Kamis, 03 September 2026 | 07:01:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Bentley bersiap mengakhiri era 107 tahun mesin bensin sebagai tulang punggung performa. Model pertama yang sepenuhnya bertenaga listrik tersebut diberi nama Torcal, sebuah SUV mewah yang posisinya langsung di puncak hierarki performa pabrikan asal Crewe itu. Klaim ini bukan sekadar jargon pemasaran—pabrikan asal Inggris itu menyebut Torcal akan menjadi mobil produksi paling bertenaga sekaligus akselerasi tercepat dalam sejarah mereka.

Target Performa: Melampaui Continental GT Speed

Bentley belum merilis angka resmi soal tenaga maupun waktu akselerasi Torcal. Namun, patokan yang harus dilewati sudah jelas. Saat ini, Continental GT memegang gelar Bentley produksi paling bertenaga dengan mesin plug-in hybrid V-8 yang menghasilkan 771 horsepower.

Untuk soal kecepatan, Continental GT Speed diklaim mampu mencapai 62 mph dalam 3,1 detik. Hasil uji kami bahkan mencatat angka lebih cepat, yakni 2,8 detik untuk mencapai 60 mph. Torcal harus memotong waktu tersebut—tugas yang relatif mudah bagi motor listrik berkat torsi instan, tetapi tetap menjadi pernyataan ambisi yang serius.

Pertaruhan Pertama Bentley di Era Elektrifikasi

Perpindahan Bentley ke tenaga listrik penuh bukan tanpa risiko. Karakter mobil listrik yang senyap dan mulus sebenarnya selaras dengan reputasi kenyamanan Bentley. Namun, para penggemar setia mungkin akan kehilangan suara khas mesin W12 atau V8 yang selama ini menjadi ciri khas. Pabrikan mencoba menjembatani hal ini dengan menciptakan "soundtrack" baru yang terinspirasi dari melodi mesin paling ikonik mereka, memadukan elemen drum dan string saat pedal gas diinjak.

Soal Jarak Tempuh dan Pengisian Daya: Masih Spekulasi

Belum ada konfirmasi resmi mengenai kapasitas baterai, jarak tempuh, ataupun arsitektur pengisian daya yang akan digunakan Torcal. Sebagai SUV listrik mewah, persaingan langsungnya mencakup nama-nama seperti Rolls-Royce Spectre dan Mercedes-Benz EQS SUV. Untuk pasar Indonesia, pertanyaan soal infrastruktur pengisian daya dan skema garansi baterai akan menjadi faktor krusial yang menentukan daya tarik model ini—terlebih jika harganya nanti menyentuh kisaran belasan hingga puluhan miliar rupiah.

Desain yang Mulai Terungkap

Dua gambar teaser resmi yang dirilis memperlihatkan logo "B" bersayap di bagian belakang serta sekilas lekukan kap mesin dan fender depan. Detail itu mengonfirmasi bahwa Torcal akan mempertahankan bahasa desain khas Bentley—proporsi kokoh dengan sentuhan mewah, bukan sekadar SUV listrik generik.

Catatan untuk Calon Pemilik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tergoda:

  • Umur platform: Sebagai EV pertama Bentley, teknologi baterai dan sistem manajemen dayanya akan menjadi "generasi pertama" yang biasanya membawa risiko penyakit awal.
  • Harga premium: Posisinya sebagai model paling bertenaga memastikan banderol yang berada di jajaran tertinggi lineup Bentley, jauh di atas Continental GT yang harganya sudah sangat eksklusif.
  • Kesiapan infrastruktur: Bagi pembeli Indonesia, pengalaman memiliki EV mewah sangat bergantung pada ketersediaan home charging dan jaringan pengisian cepat.
  • Nilai jual kembali: Belum ada data historis untuk EV bekas Bentley—ini wilayah baru yang perlu dipertimbangkan saat menghitung biaya kepemilikan jangka panjang.

Kapan Meluncur?

Bentley menjadwalkan debut dunia Torcal dalam waktu dekat. Informasi detail soal spesifikasi penggerak, kapasitas baterai, dan fitur kabin baru akan diumumkan saat peluncuran resmi. Yang jelas, Torcal bukan sekadar kendaraan listrik pertama Bentley—ia adalah pernyataan bahwa pabrikan ultra-mewah ini tidak berniat melunak di era baru.

Bagi mereka yang terbiasa dengan raungan V8 dan getaran khas mobil bertenaga besar, Torcal mungkin terasa asing. Namun, jika klaim performanya terbukti benar, keputusan pindah ke listrik tidak akan terasa seperti sebuah kompromi.

Reporter: Sutomo