Pencarian

Film Resident Evil Rilis 18 September 2025, Sutradara Pilih Pendekatan Grounded dan Tinggalkan Elemen Fantasi

Kamis, 03 September 2026 • 02:04:01 WIB
Film Resident Evil Rilis 18 September 2025, Sutradara Pilih Pendekatan Grounded dan Tinggalkan Elemen Fantasi
Sutradara Zach Cregger menghadiri sesi wawancara terkait film Resident Evil yang dijadwalkan rilis pada 18 September 2025.

MEDIALOKAL.CO — Adaptasi layar lebar Resident Evil garapan Zach Cregger dikonfirmasi akan rilis di bioskop pada 18 September 2025. Film yang disutradarai oleh komedian asal Amerika Serikat itu diproyeksikan meraih pembukaan besar di pasar Amerika Utara, dan antisipasi komunitas penggemar survival horror Tanah Air pun mulai memuncak.

Pendekatan Berbeda dari Game Modern

Cregger, yang dikenal sebagai salah satu pendiri grup komedi The Whitest Kids U' Know, mengaku sengaja membatasi elemen-elemen fantastis yang selama ini berkembang di seri game Resident Evil. Menurutnya, beberapa judul terbaru seperti Resident Evil Village menghadirkan karakter yang bisa berubah menjadi burung dan terbang—sesuatu yang terasa terlalu jauh dari akar horor realistik waralaba ini.

"Saya rasa sebagian game Resident Evil mulai sedikit magis. Resident Evil 8, kita punya wanita yang bisa berubah jadi burung dan terbang," ujar Cregger dalam sesi Reddit AMA yang dikutip dari kanal YouTube Troy Hill Talks Movies. "Saya suka dan sudah memainkannya berkali-kali. Game itu keren, tapi untuk dijadikan film, saya harus membatasi beberapa aspek liar dari Resident Evil."

Sutradara itu memilih untuk tetap berpegang pada virus T dan menjaganya tetap masuk akal. Salah satu konsekuensinya, karakter raksasa ikonik seperti Mr. X dengan mantel panjangnya tidak akan muncul di film ini.

"Saya tidak akan menghadirkan pria kekar raksasa bermantel, karena saya bertanya, mantel itu dari mana? Bagaimana dia mendapatkannya?" candanya.

Suasana Wabah yang Baru Saja Terjadi

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada latar waktu. Jika kebanyakan game menampilkan dunia yang sudah hancur akibat wabah, film ini justru mengambil setting saat wabah baru saja merebak. Kondisi itu membuat cerita terasa lebih kacau dan primitif, jauh dari nuansa "zombie apocalypse fashion" yang kerap terlihat di seri gamenya.

"Film ini seperti wabah yang baru saja terjadi," tambah Cregger. "Saya ingin menjaga kekacauan, menjaga aspek primitifnya, dan tetap grounded sebisa mungkin. Virus T menyebabkan berbagai macam mutasi yang menarik. Itu sudah cukup, jadi saya batasi di situ."

Menariknya, latar belakang Cregger di dunia sketch comedy justru membantunya menyusun ritme ketegangan yang pas. Keahlian menemukan momen "absurd" yang ia kembangkan selama bertahun-tahun di panggung komedi kini dipakai untuk menentukan timing kejutan-kejutan tak terduga di film horornya.

Pengakuan Jujur Sang Sutradara

Ketika ditanya soal peluangnya bertahan hidup di dunia yang ia ciptakan sendiri, Cregger menjawab dengan blak-blakan. Sutradara yang juga dikenal lewat film horor Barbarian itu mengaku tidak punya harapan sama sekali.

"Tidak ada kemungkinan saya selamat," katanya tegas. "Saya bahkan tidak akan selamat dari serangan mobil polisi karena saya mungkin akan langsung berlutut dan berkata, gigit saja aku, lakukan saja. Saya tidak sanggup menghadapi energi seperti itu. Tidak, saya akan mati sangat cepat."

Film Resident Evil disebut-sebut terinspirasi dari beberapa judul terbaik dalam waralaba gamenya, terutama dari segi visual. Kombinasi antara horor bertempo cepat dan pendekatan realistis ini menjadi nilai jual utama bagi penggemar yang ingin melihat adaptasi lebih serius—sesuatu yang selama ini dinantikan komunitas survival horror Indonesia yang kerap menyuarakan kekecewaan pada adaptasi-adaptasi sebelumnya.

Sumber: gamespot.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks