MEDIALOKAL.CO — Keputusan ini diumumkan setelah investigasi liga selama satu bulan menemukan pola pelanggaran serius yang dilakukan organisasi Clippers. NBA menilai tim tersebut dengan sengaja membantu Leonard mendapatkan peluang pendapatan di luar kontrak, sebuah upaya terselubung untuk mengakali batasan gaji yang berlaku.
Hukuman Terbesar dalam Sejarah NBA
Denda 30 juta dolar AS ini memecahkan rekor sebagai sanksi finansial termahal yang pernah dijatuhkan NBA kepada sebuah tim. Sebelumnya, hukuman serupa dijatuhkan kepada Minnesota Timberwolves sebesar 25 juta dolar AS karena kasus pelanggaran perekrutan pemain pada tahun 2000.
Komisioner NBA Adam Silver menyatakan kekecewaannya atas pelanggaran mencolok yang dilakukan Clippers. "Keseriusan hukuman ini mencerminkan keseriusan pelanggaran yang dilakukan," ujar Silver, yang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir upaya-upaya yang merusak integritas kompetisi.
Akar Masalah: Tekanan untuk Kawhi Leonard
Investigasi mengungkap bahwa Leonard, yang kini berusia 35 tahun, disebut menekan manajemen Clippers untuk memberinya peluang pendapatan di luar gaji resminya. Ia tercatat berhasil mendapatkan sejumlah peluang tersebut selama membela tim yang bermarkas di Crypto.com Arena itu.
Selain denda untuk tim, Leonard juga dikenai hukuman finansial pribadi sebesar 700 ribu dolar AS atau sekitar Rp 11,4 miliar. Dalam pernyataannya melalui Instagram, Leonard mengaku "menerima tanggung jawab penuh" atas tindakannya dan "menyesali gangguan yang ditimbulkan situasi ini terhadap para penggemar dan keluarga saya."
Eksekutif dan Pemilik Pun Kena Imbas
Steve Ballmer, miliarder yang juga mantan CEO Microsoft, diskors selama satu tahun dari seluruh aktivitas liga dan tim terkait perannya dalam kontrak sponsor Leonard. Sementara itu, Presiden Operasional Bisnis Clippers, Gillian Zucker, dijatuhi skorsing setahun tanpa gaji karena memberikan pernyataan yang menyesatkan kepada penyidik NBA.
Zucker dianggap menghambat proses investigasi internal yang dilakukan liga, sebuah faktor yang memperberat hukuman bagi organisasi.
Pengawasan Lima Tahun dan Riwayat Leonard di Clippers
Sebagai bagian dari sanksi, NBA akan memberlakukan program kepatuhan dan pemantauan terhadap Clippers selama lima tahun ke depan. Tim berjuluk The Crew itu juga kehilangan lima pilihan putaran pertama draft untuk rentang 2029 hingga 2033, sebuah pukulan telak bagi masa depan skuadnya.
Leonard bergabung dengan Clippers pada 2019 dan menghabiskan tujuh musim sebelum akhirnya hengkang awal tahun ini. Bersama tim tersebut, ia gagal memenuhi ekspektasi tinggi untuk membawa Clippers meraih gelar juara NBA perdana dalam sejarah franchise.