Penimbangan Balita Serentak 3 November 2026: Hanya 28% Bayi Terpantau, Ini Imbauan untuk Orang Tua

Petugas kesehatan mencatat hasil penimbangan balita dalam agenda Penimbangan Serentak yang digelar Pemkab Malinau pada 3 November 2026.
Penulis: Yasir
Jumat, 04 September 2026 | 05:22:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Sebuah agenda penting tengah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kalimantan Utara. Seluruh balita di wilayah tersebut diwajibkan mengikuti Penimbangan Serentak yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius menjaring data akurat untuk menekan angka stunting dan kasus TBC pada anak.

Mengapa Data Posyandu Sangat Krusial?

Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, menegaskan bahwa pendataan lewat Posyandu adalah langkah strategis. "Kita ingin anak-anak kita betul-betul dipastikan semua masuk dalam Posyandu. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis dalam penanganan masalah kesehatan prioritas kita yaitu stunting, TBC, dan penimbangan bayi yang akurat," ujarnya di sela acara penebaran bibit ikan patin di Sungai Sesayap, Kamis (3/9/2026) pagi.

Menurut Ernes, ketiga masalah kesehatan tersebut saling berkaitan dan menjadi indikator penilaian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah.

Angka Partisipasi Masih Rendah, Target Data Baru

Keprihatinan mendalam disampaikan lantaran cakupan bayi yang datang ke Posyandu sejauh ini baru menyentuh 28 persen. Artinya, sekitar 72 persen bayi lainnya di Malinau belum terpantau tumbuh kembangnya melalui penimbangan rutin bulanan.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa data yang lengkap, intervensi gizi yang diberikan pemerintah bisa salah sasaran. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkab Malinau akan membagikan panduan teknis pelaksanaan hingga ke tingkat desa, termasuk di wilayah Mentarang dan seluruh kecamatan.

Apa yang Perlu Orang Tua Siapkan?

Jelang tanggal 3 November nanti, para orang tua diimbau aktif mencari informasi dari kepala desa atau kader setempat. Imbauan ini disampaikan langsung agar warga memahami pentingnya membawa buah hati ke Posyandu pada tanggal yang telah ditentukan.

Kehadiran ayah dan ibu di Posyandu sangat membantu petugas kesehatan dalam mencatat perkembangan buah hati. Jangan ragu untuk bertanya mengenai grafik pertumbuhan di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kepada kader atau bidan desa.

Melalui penimbangan serentak ini, Pemkab Malinau menargetkan perolehan data status gizi balita yang valid dan komprehensif. Data inilah yang nantinya menjadi acuan utama dalam penyaluran intervensi gizi dan penanganan kesehatan secara cepat dan tepat sasaran bagi generasi penerus di Bumi Upau.

Reporter: Yasir